


Maumere-SuaraSikka.com: Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka lalai dalam menyerap anggaran dari Kementerian Kesehatan pada tahun anggaran 2025. Akibatnya terdapat Rp 4,3 miliar yang gagal salur untuk dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat di daerah itu.
Fakta ini terungkap saat Rapat Badan Musyawarah (Banmus) antara DPRD Sikka dan pemerintah daerah setempat, Selasa (13/1). Sejumlah anggota DPRD Sikka mempertanyakan kualitas dan kapabilitas pengelolaan program dan angggaran di Dinas Kesehatan di bawah pimpinan Petrus Herlemus yang waktu itu masih menjadi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Petrus Herlemus yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan secara terpisah mengakui terjadi gagal salur sebesar Rp 4,3 miliar di Dinas Kesehatan. Paling banyak adalah anggaran untuk pembangunan Puskesmas Tuanggeo di Kecamatan Palue.
Dia menyebut gagal salur untuk Puskesmas Tuanggeo yakni Rp 3,8 miliar. Lalu antara lain program di Puskesmas Hewokloang Rp 170 juta lebih, dan juga program air bersih di Puskesmas Habibola senilai Rp 40 juta lebih.
Khusus gagal salur untuk anggaran Puskesmas Tuanggeo, Petrus Herlemus menerangkan bahwa untuk penyaluran tahap ketiga persyaratannya adalah penyerapan anggaran 90 persen dan fisik 70 persen.
“Kami sudah berjuang maksimal, tapi kondisi terakhir fisik tidak memenuhi syarat, kita hanya sampai 69 persen, tidak bisa sampai 70 persen. Waktu terakhir, kita di-lock sistem secara terpusat di Kementerian,” jelas dia di ruang kerjanya, Selasa (13/1).
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe











