Pada kesempatan yang sama, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago memastikan telah meminta Kepala Dinas Kesehatan Petrus Herlemus untuk membuat kajian terhadap pelaksanaan pembangunan Puskesmas Tuanggeo.
Menurut Bupati Sikka, Puskesmas Tuanggeo berdampak langsung dan bermanfaat untuk masyarakat. Karena itu, kata dia, jika dengan fakta yang ada bahwa Puskesmas Tuanggeo hanya berakhir dengan fisik 56 persen, dan kemudian proyek tersebut tidak dilanjutkan lagi, tentu saja akan merugikan masyarakat.
Menghadapi realitas ini, Bupati Sikka berencana akan mengambil langkah taktis dengan melakukan konsultasi ke DPRD Sikka guna mencarikan jalan keluar terhadap persoalan yang terjadi pada Puskesmas Tuanggeo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Apapun itu, ada eksekutif dan legislatif, nanti kemudian tentu langkah berikutnya kami berupaya untuk mengkonsultasikan dan mencari jalan keluar bersama DPRD, itu yang paling penting. Kondisi ini harus kita cari jalan keluar bersama,” ujar Bupati Sikka.
Bupati Sikka meminta agar dalam persoalan Puskesmas Tuanggeo tidak perlu mengkambinghitamkan siapa-siapa. Bagi dia, hal yang salah akan dievaluasi dan diperbaiki untuk menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah.
Dia juga menyinggung soal gagal salur anggaran DAK untuk pembangunan Puskesmas Tuanggeo. Menurut Bupati Sikka gagal salur terjadi karena terdapat hal-hal yang tidak bisa dipenuhi oleh Dinas Kesehatan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












