Tarian kolosal ini digagas sederhana saja. Tidak ada koreografer utama. Setiap guru pendamping masing-masing sekolah sekaligus menjadi koreografer. Meski persiapan hanya 3 hari dengan 1 kali gladibersih, ribuan pelajar berhasil tampil mengesankan.
Kreativitas tarian kolosal ini ditutup sangat manis ketika para penari laki-laki membentang sebuah spanduk berukuran 20×1 meter. Spanduk itu bertuliskan Selamat Datang Soeratin dan Pertiwi Cup 2026. Sebagaimaja diketahui Kabupaten Sikka ditunjuk sebagai tuan rumah 2 iven regional Seri NTT.
Sebelumnya tarian kolosal seperti ini dengan musik pengiring yang berbeda pernah tampil pada Opening Ceremony Festival Sepak Bola Pelajar Nian Sikka. Kala itu jumlah penari kolosal hanya 250 pelajar dari SMAS Katolik John Paul II. Berangkat dari itu, ide dan gagasan ini kembali diniatkan pada acara penutupan dengan melibatkan lebih banyak sekolah dan jumlah penari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua PSSI Sikka Yosef Nong Soni merupakan sosok yang memunculkan ide tarian kolosal. Perpaduan antara sepak bola dan seni, bagi dia, merupakan media edukasi, pembelajaran, dan hiburan berkualitas yang menjadi basis penting bagi pengembangan minat dan bakat generasi muda.
Yosef Nong Soni yang juga Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem menyampaikan terima kasih kepada semua sekolah yang telah terlibat dan mengambil bagian menyemarakkan Opening Ceremony dan Closing Ceremony Festival Sepak Bola Pelajar Nian Sikka. Dia berharap kolaborasi dan kemitraan ini terus menjadi semangat bersama pada iven-iven sepak bola ke depan, baik yang bersifat lokal maupun regional.*** (eny)



Halaman : 1 2


Ikuti Kami
Subscribe












