Sejumlah orang tua murid dan para guru menolak aksi penggusuran paksa. Namun mereka tidak berdaya. Apalagi dikabarkan penggusuran tersebut dikawal seseorang aparat.
Sementara itu Kepala Desa Niawula Vinsensius Keli Papa memberikan penjelasan terkait insiden pengrusakan fasilitas SDN Wolomoni di Kecamatan Detusoko Kabupaten Ende. Menurut dia, pengrusakan sekolah sebagai upaya pembukaan akses jalan bagi alat berat untuk pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih yang berlokasi di belakang sekolah.
Vinsensius Keli Papa membantah adanya niat menggusur bangunan sekolah. Dia berdalih bahwa langkah yang diambil semata-mata karena keterbatasan akses jalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tidak ada niat kami untuk menggusur atau mengganti bangunan sekolah. Yang terlihat di media adalah upaya kami membuka akses masuk. Itu merupakan jalan desa yang kebetulan berimpitan dengan bangunan sekolah. Karena tidak ada jalan alternatif untuk menyeberangkan alat berat, hanya akses tersebut yang tersedia,” jelas Vinsensius Keli Papa melalui video klarifikasi.
Namun demikian, tindakan Vinsensius Keli Papa disebut bertolak belakang dengan hasil rapat koordinasi pada 19 Mei 2026 yang difasilitasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende.
Saat itu, rapat yang dipimpin Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Venantius Minggu, telah memutuskan bahwa lokasi di belakang SDN Wolomoni tidak layak untuk pembangunan gedung KDMP.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












