Venantius Minggu menjelaskan lahan tersebut merupakan aset pemerintah daerah yang sangat krusial bagi pengembangan fasilitas pendidikan, seperti perpustakaan dan rumah dinas guru di masa depan.
“Setelah kami melakukan survei lokasi, ternyata tempat itu sangat tidak layak untuk pembangunan gedung KDMP. Lokasi itu adalah satu-satunya lahan bagi pengembangan pendidikan dan sumber daya anak-anak kita di sana ke depannya,” tegas Venantius Minggu.
Dalam rapat tersebut, disepakati bahwa kepala desa harus mencari lokasi alternatif. Namun, Vinsensius Keli Papa dinilai tetap bersikukuh untuk menggunakan lahan di belakang sekolah tersebut.*** (eny)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT


Ikuti Kami
Subscribe












