Selain aktif di dunia profesional, Yonas juga menulis opini mengenai isu kepemudaan, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan sebagai bagian dari kontribusinya dalam membangun ruang diskursus publik.
Menjawab Tantangan PMKRI Hari Ini
Yonas menilai bahwa PMKRI menghadapi sejumlah tantangan yang perlu dijawab secara bersama. Di antaranya adalah belum meratanya basis kaderisasi di kampus, masih adanya cabang yang mengalami kevakuman, perlunya penguatan tata kelola organisasi, belum optimalnya konsolidasi jaringan alumni, serta pentingnya menciptakan ruang yang lebih terbuka bagi kader-kader potensial dari seluruh Indonesia untuk mengambil bagian dalam kepemimpinan organisasi.
Baginya, tantangan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya melalui pergantian kepemimpinan, tetapi memerlukan perubahan cara mengelola organisasi agar lebih profesional, inklusif, dan berorientasi pada penguatan kader.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Visi
Berangkat dari pengalaman organisasi dan pembacaan terhadap kebutuhan PMKRI saat ini, Yonas menawarkan visi “Mewujudkan PMKRI sebagai organisasi kader yang berakar kuat di kampus, profesional dalam tata kelola, solid dalam jejaring nasional, serta menghadirkan kepemimpinan yang berlandaskan meritokrasi demi keberlanjutan perjuangan PMKRI”.
Lima Agenda Prioritas
Untuk mewujudkan visi tersebut, Yonas menawarkan lima agenda strategis. Pertama, PMKRI Masuk Kampus. Melalui gerakan ini, Yonas ingin mengembalikan kampus sebagai basis utama kaderisasi PMKRI dengan mendorong pembentukan komisariat di berbagai perguruan tinggi serta menyusun standar nasional mengenai tata kelola komisariat sebagai pedoman bersama.
Kedua, memperkuat pendampingan cabang. Pengurus Pusat diharapkan hadir secara aktif mendampingi cabang-cabang, khususnya yang mengalami kevakuman, melalui penguatan peran Komisariat Daerah (Komda), sistem monitoring yang berkelanjutan, serta komunikasi organisasi yang lebih terbuka dan responsif.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












