Ketiga, memperkuat jejaring alumni PMKRI. Yonas berkomitmen melanjutkan proses pendataan alumni secara nasional sebagai fondasi untuk membangun sinergi antara kader aktif dan alumni dalam mendukung kaderisasi, pengembangan organisasi, serta pengabdian kepada masyarakat.
Keempat, merevitalisasi tata kelola Pengurus Pusat PMKRI. Menurut dia, Pengurus Pusat harus menjadi teladan dalam membangun budaya organisasi yang profesional, disiplin, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan.
Kelima, membuka ruang seluas-luasnya bagi kader terbaik dari seluruh Indonesia untuk berproses di Pengurus Pusat. Kesempatan tersebut akan dibangun berdasarkan prinsip meritokrasi dengan menempatkan kader sesuai kompetensi, integritas, dan kapasitasnya, sejalan dengan prinsip the right person in the right place.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
PMKRI OTW Lebih Baik
Bagi Yonas, “PMKRI OTW Lebih Baik” bukan sekadar slogan pencalonan, melainkan ajakan bagi seluruh kader untuk membangun organisasi yang terus belajar, terus berbenah, dan terus bertumbuh.
Dia meyakini masa depan PMKRI tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memimpin, tetapi juga oleh sejauh mana seluruh kader mampu membangun budaya organisasi yang sehat, saling menguatkan antarcabang, dan menjadikan kaderisasi sebagai jantung perjuangan organisasi.
“Saya percaya PMKRI akan semakin kuat apabila seluruh kader merasa memiliki ruang untuk bertumbuh, setiap cabang mendapatkan perhatian yang setara, dan setiap proses organisasi dijalankan secara profesional serta berlandaskan semangat pelayanan. Kongres adalah momentum untuk memperkuat persaudaraan, mempertemukan gagasan, dan bersama-sama menentukan arah masa depan PMKRI,” ungkap Yonas.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












