Hitung-Hitungan Sambut Baru: Sebuah Kesadaran yang Terlambat

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 710 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang anak di Paroki Santo Michael Nita menerima Komuni Suci Pertama, Minggu (7/6)

Seorang anak di Paroki Santo Michael Nita menerima Komuni Suci Pertama, Minggu (7/6)

DATA calon Komuni Pertama KUM 2026 menunjukkan angka yang tidak kecil. Sebanyak 5.359 anak dari 42 paroki akan menerima Komuni Suci Pertama tahun ini. Di balik angka tersebut ada ribuan keluarga yang sedang mempersiapkan salah satu peristiwa penting dalam kehidupan iman anak-anak mereka.

Dalam beberapa waktu terakhir, Sambut Baru kembali menjadi bahan perbincangan publik. Berbagai pihak mulai menghitung biaya yang dikeluarkan keluarga, potensi perputaran uang yang terjadi, hingga dampaknya terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Ada yang mempertanyakan kemegahan pesta. Ada yang mengkritik tenda besar, dekorasi, lampu-lampu yang menghiasi halaman rumah, hiburan, dan berbagai bentuk perayaan yang dianggap berlebihan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Refleksi semacam itu tentu penting. Tidak ada tradisi yang kebal terhadap evaluasi. Tidak ada budaya yang tidak boleh dikritisi. Namun yang menarik adalah bahwa kesadaran untuk menghitung Sambut Baru justru muncul setelah tradisi itu berlangsung selama puluhan bahkan ratusan tahun dalam kehidupan masyarakat Flores.

Baca Juga :  Yohanes Tola Deklarasikan Kesiapan Maju sebagai Calon Ketua Presidium PP PMKRI Periode 2026-2028

Yang lebih menarik lagi, sebagian suara yang hari ini paling lantang menghitung biaya Sambut Baru justru berasal dari generasi yang pada masanya juga turut merayakan Sambut Baru dengan berbagai bentuk seremonial, pesta keluarga, jamuan makan, dan tradisi sosial yang tidak jauh berbeda. Mereka pernah berada dalam lingkaran budaya yang sama, menikmati suasana yang sama, bahkan menjadi bagian dari perayaan-perayaan yang kini mereka kritik.

Baca Juga :  Laga Perdana Piala Suratin, Nirwana Nagekeo Tantang Tuan Rumah Persami Maumere

Tentu tidak ada yang salah dengan perubahan pandangan. Setiap zaman memiliki tantangan dan kesadarannya sendiri. Namun akan menjadi tidak adil apabila tradisi yang dahulu diterima sebagai bagian dari kehidupan sosial tiba-tiba diposisikan sebagai sumber persoalan tanpa melihat konteks yang lebih luas.

Sambut Baru bukanlah pesta yang muncul karena tren media sosial atau budaya konsumtif zaman modern. Jauh sebelum Flores menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, tradisi ini telah hidup dalam masyarakat Katolik Flores sebagai bentuk ungkapan syukur atas penerimaan Sakramen Ekaristi pertama. Dalam perjalanannya, tradisi tersebut kemudian berjumpa dengan budaya lokal yang sangat menekankan nilai kekeluargaan, kebersamaan, dan solidaritas sosial.

Berita Terkait

Sekda Sikka Alfin Parera Mendadak Diganti, Bupati: Sudah Sesuai Aturan Kepegawaian
Gelora Samador Bakal Jadi Venue Sepak Bola Putri di PON 2028
Persami Tekuk Nirwana, Claus Bikin Braze, Bayu Diusir Wasit
Laga Perdana Piala Suratin, Nirwana Nagekeo Tantang Tuan Rumah Persami Maumere
Yohanes Tola Deklarasikan Kesiapan Maju sebagai Calon Ketua Presidium PP PMKRI Periode 2026-2028
Kunjungi SMPK Yapenthom 2 dan SMPK Yapenthom 1, Wabup Sikka Dorong Prestasi Pendidikan
Kondisi Sikka Saat Ini, Simak Konflik Pendapat Mahasiswa Hukum Unipa Maumere
Komitmen Perjuangan Partai Golkar Sikka untuk Guru, Bertindak Lokal, Berpikir Nasional
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:27 WITA

Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:26 WITA

Empat Negara di Tangga Juara

Minggu, 7 Juni 2026 - 08:37 WITA

Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:55 WITA

Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:27 WITA

Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:23 WITA

Maumere dan Politik: Ketika Semua Hal Jadi Bahan Obrolan

Senin, 11 Mei 2026 - 20:15 WITA

China Flores: Jejak Panjang dan Integrasi Sosial

Senin, 11 Mei 2026 - 19:28 WITA

Arogansi Kekuasaan dan Matinya Ruang Dialog di Ende

Berita Terbaru

Kadispora NTT Alfonsus Theodorus dan Ketua PSSI NTT Chris Mboeik pose bersama pada pembukaan Piala Pertiwi dan Piala Suratin Tahun 2026 di Gelora Samador da Cunha Maumere, Sabtu (25/7)

Daerah

Gelora Samador Bakal Jadi Venue Sepak Bola Putri di PON 2028

Minggu, 26 Jul 2026 - 08:08 WITA

Persami Maumere menang pada laga perdana Piala Suratin, Sabtu (25/7)

Daerah

Persami Tekuk Nirwana, Claus Bikin Braze, Bayu Diusir Wasit

Sabtu, 25 Jul 2026 - 22:57 WITA