Bilik Asmara di Lokasi Pengungsian, Perlukah?

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 18 November 2024 - 11:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 812 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter Asep Purnama

Dokter Asep Purnama

Ketujuh, Umpan Balik. Minta umpan balik dari pengungsi tentang penggunaan kamar dan bagaimana sistem dapat ditingkatkan. Ini membantu memastikan bahwa kebutuhan mereka terpenuhi.

Dengan pengaturan yang baik, Bilik Asmara dapat menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi pasangan suami istri di lokasi pengungsian.

Saya menyadari bahwa opini saya ini berpotensi menimbulkan polemik. Mohon berkenan mengabaikan jika kurang nyaman atau tidak setuju. Tapi – sekali lagi – niat saya adalah mencari solusi terbaik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelum mengakhiri tulisan ini, perkenankan saya mengucapkan terima kasih tidak terhingga kepada semua pihak yang telah berkontribusi dengan caranya masing-masing mendukung pelaksanaan bhakti sosial PAPDI Cabang NTT di hari ulang tahunnya yang ke-67.

Semoga karya kemanusiaan ini sungguh dirasakan dan bermanfaat bagi korban erupsi Gunung Lewotobi. Kiranya Tuhan membalas semua amal dan kebaikan Bapak/Ibu/Saudara/i. Amin

Akhirnya, mohon doa kita semua agar erupsi Gunung Lewotobi Laki Laki segera berakhir, sehingga kita semua bisa segera beraktifitas seperti semula. Semoga. Salam Sehat Bermanfaat.***

Ditulis oleh Dokter Asep Purnama, Sp.PD, FINASIM
Ketua Bidang Humas, Publikasi & Pengabdian Masyarakat PAPDI Cabang NTT, tinggal di Maumere

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia
Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 07:59 WITA

Perpamsi Salurkan Rp 214 Juta untuk 5 Perusahaan Air Minum Terdampak Gempa Flores

Senin, 21 September 2026 - 10:21 WITA

SMKS Yohanes XXIII Maumere Gelar Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan Tingkat SMP di Sikka, Total Hadiah Rp 11,8 Juta

Kamis, 17 September 2026 - 19:48 WITA

Abadikan Tokoh Pendidikan, Aula SMKS Yohanes XXIII Maumere Diberi Nama Aula Jeremias Pareira

Senin, 14 September 2026 - 18:22 WITA

PMKRI Maumere Pertanyakan Sisa Logistik Bencana dan Bantuan Presiden Rp 20 Miliar

Jumat, 11 September 2026 - 22:24 WITA

Kemelut di SMKN 1 Maumere, Gaji 52 Guru Pegawai Turun, Kepsek: Bukan Pemotongan Tapi Penyesuaian

Kamis, 10 September 2026 - 22:25 WITA

Dapat Program Revitalisasi Rp 909,9 Juta, 5 Ruang Kelas di SMPK Yapenthom 1 Maumere Mulai Dibongkar

Sabtu, 5 September 2026 - 09:55 WITA

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya

Jumat, 4 September 2026 - 08:03 WITA

Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami

Berita Terbaru

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito tengah memberikan keterangan pers di Cimahi, Rabu (16/9)

Nasional

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Kamis, 17 Sep 2026 - 22:07 WITA