Jebolan IIP Malang ini kemudian terpilih lagi kedua kalinya untuk Periode 1983-1988. Daniel Woda Pale memperoleh 12 suara mengungguli AM Keupung 5 suara dan Germanus Grasa 4 suara.
Nasib Buruk Petahana
Setelah Daniel Woda Pale, tidak ada lagi petahana yang melanjutkan kepemimpinan dua perode, sejak zaman Avelinus Maskur Konterius hingga Fransiskus Roberto Diogo. Semua petahana mengalami nasib buruk.
Bupati Avelinus Maskur Konterius memimpin Kabupaten Sikka Periode 1988-1993. Setelah itu, untuk proses periode berikut terdapat 5 nama yang diusulkan ke Mendagri, termasuk AM Konterius.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mendagri kala itu hanya merestui 3 nama, tidak ada nama AM Konterius. Petahana ini gagal bertarung. Pada akhirnya Alexader Idong terpilih sebagai Bupati Sikka Periode 1993-1998, menyingkirkan Antonius Pati dan YAA da Silva.
Lima tahun sesudahnya, Bupati Alexander Idong dalam status sebagai petahana tampil bertarung pada Pemilihan Bupati Sikka Periode 1998-2003.
Nasib apes dialami Alexander Idong. Dia kalah dalam pertarungan itu. Alexander Idong memperoleh 7 suara, YAA da Silva 5 suara, dan Paulus Moa 13 suara.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












