Sudah 7 Edisi Pilkada, Petahana di Sikka Gagal Kasih Dobel

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 29 November 2024 - 10:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 1,765 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasangan Calon Paket Romantis saat Debat pada Oktober 2024 lalu di Gedung SCC

Pasangan Calon Paket Romantis saat Debat pada Oktober 2024 lalu di Gedung SCC

Jebolan IIP Malang ini kemudian terpilih lagi kedua kalinya untuk Periode 1983-1988. Daniel Woda Pale memperoleh 12 suara mengungguli AM Keupung 5 suara dan Germanus Grasa 4 suara.

Nasib Buruk Petahana
Setelah Daniel Woda Pale, tidak ada lagi petahana yang melanjutkan kepemimpinan dua perode, sejak zaman Avelinus Maskur Konterius hingga Fransiskus Roberto Diogo. Semua petahana mengalami nasib buruk.

Baca Juga :  Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Bupati Avelinus Maskur Konterius memimpin Kabupaten Sikka Periode 1988-1993. Setelah itu, untuk proses periode berikut terdapat 5 nama yang diusulkan ke Mendagri, termasuk AM Konterius.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mendagri kala itu hanya merestui 3 nama, tidak ada nama AM Konterius. Petahana ini gagal bertarung. Pada akhirnya Alexader Idong terpilih sebagai Bupati Sikka Periode 1993-1998, menyingkirkan Antonius Pati dan YAA da Silva.

Baca Juga :  Bupati Sikka "Tampar" ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Lima tahun sesudahnya, Bupati Alexander Idong dalam status sebagai petahana tampil bertarung pada Pemilihan Bupati Sikka Periode 1998-2003.

Nasib apes dialami Alexander Idong. Dia kalah dalam pertarungan itu. Alexander Idong memperoleh 7 suara, YAA da Silva 5 suara, dan Paulus Moa 13 suara.

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia
Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:12 WITA

Sambut HUT ke-81 RI, Asosiasi Penambang Nikel Ajak Perkuat Hilirisasi dan Tata Kelola Mineral demi Wujudkan Negara Adidaya

Berita Terbaru

Daerah

Femi Bapa Resmi Jadi Sekda Sikka

Rabu, 7 Okt 2026 - 15:35 WITA