Pendidikan Kontekstual untuk Pembebasan Sosial di NTT

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 21 Oktober 2025 - 21:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 162 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laurensius Bagus, penulis

Laurensius Bagus, penulis

NTT tak butuh hanya lebih banyak sekolah, tapi sekolah yang membuat anak-anaknya berpikir dan mencintai tanahnya sendiri

DI banyak desa di Nusa Tenggara Timur, sekolah berdiri megah, namun terasa jauh dari kehidupan masyarakat. Di satu sisi, pembangunan fisik berjalan —gedung baru, bantuan pendidikan, dan koneksi internet mulai masuk. Tetapi di sisi lain, anak-anak tumbuh tanpa benar-benar memahami tanah tempat mereka berpijak. Mereka mengenal teori pertanian dari buku teks Jakarta, namun tak tahu cara membaca tanda musim di ladang keluarganya sendiri. Di sinilah jurang antara pendidikan dan realitas kehidupan masyarakat NTT semakin menganga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masalah pendidikan di NTT bukan sekedar kurangnya sarana atau tenaga pendidik. Melainkan ketidaksesuaian antara isi pendidikan dan konteks sosial-budaya masyarakatnya. Kurikulum nasional yang sentralistis dan berorientasi urban-industrial tidak memberi ruang bagi pengalaman lokal untuk diakui sebagai sumber pengetahuan. Anak-anak diajar untuk menghafal konsep ekonomi moderen, tapi tak pernah diajak memahami dinamika pasar lokal di desanya sendiri.

Di sini, kita dapat menimba inspirasi dari Paulo Freire, seorang filsuf pendidikan asal Brasil. Dalam karya monumentalnya Pedagogy of the Oppressed, Freire menolak model pendidikan “bank” — di mana guru hanya menabungkan pengetahuan ke kepala murid tanpa mengajak mereka berpikir kritis. Pendidikan seperti itu, katanya, menundukkan manusia, bukan membebaskannya. Pendidikan yang sejati adalah proses membangkitkan kesadaran kritis (conscientização), agar setiap orang mampu membaca realitas hidupnya dan bertindak untuk mengubahnya.

Prinsip Freire itu sangat relevan bagi NTT. Pendidikan seharusnya membantu siswa membaca realitas sosialnya sendiri — kemiskinan, ketimpangan, kekeringan — dan menumbuhkan daya cipta untuk menanganinya. Dalam konteks ini, sekolah tidak boleh menjadi ruang asing yang memisahkan anak dari lingkungannya, tetapi menjadi jembatan antara pengetahuan dan kehidupan nyata.

Filsuf Yunani Aristoteles juga menegaskan pentingnya phronesis, kebijaksanaan praktis. Ia menilai bahwa pendidikan sejati melatih manusia untuk mengambil keputusan yang bijak dalam konteks kehidupannya. Phronesis bukan soal hafalan, melainkan kemampuan berpikir etis dan bertindak sesuai situasi konkrit. Di NTT, kebijaksanaan praktis ini bisa berarti kemampuan menanam di lahan kering, menjaga air, atau memelihara ternak secara berkelanjutan.

Berita Terkait

Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara
Maumere dan Politik: Ketika Semua Hal Jadi Bahan Obrolan
China Flores: Jejak Panjang dan Integrasi Sosial
Arogansi Kekuasaan dan Matinya Ruang Dialog di Ende
Legitimasi Kekuasaan, Epistemologi Demokrasi, dan Daya Pertimbangan Politik: Refleksi Filsafat Politik bagi Masa Depan Demokrasi di Indonesia
Napung Gete dan Jalan Panjang Kemandirian Pangan Kabupaten Sikka
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:04 WITA

Program JKN Makin Kuat, Cetak SDM Sehat untuk Indonesia Hebat

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:33 WITA

Putusan MK: Kepala Daerah Tetap Dipilih Rakyat

Senin, 29 Juni 2026 - 21:31 WITA

Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat

Minggu, 31 Mei 2026 - 07:38 WITA

PSG Juara Liga Champions 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:49 WITA

Bantuan Sapi Kurban Presiden dari APBN Tuai Kontroversi, Gerindra Sebut Sah dan Tidak Langgar Aturan

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:04 WITA

Kemendikdasmen Umumkan Hasil TKA SD dan SMP 2026, Ini Hasilnya!

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:53 WITA

Melchias Mekeng Kutuk Keras Pembubaran Ibadah di Bantul

Selasa, 26 Mei 2026 - 06:45 WITA

Dirut BPJS Kesehatan Dorong Generasi Muda Cegah DM dan Hipertensi melalui Fun Run 2026

Berita Terbaru

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito memberikqn keterangan kepada wartawan usai menggelar Public Expose Laporan Pengelolaan Program dan Laporan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025, Kamis (2/7)

Nasional

Program JKN Makin Kuat, Cetak SDM Sehat untuk Indonesia Hebat

Kamis, 2 Jul 2026 - 17:04 WITA