Maumere-SuaraSikka.com: Kabupaten Sikka masih “dikepung” penyakit masyarakat yang mematikan. Setidaknya terdapat 5 penyakit berbahaya yang mengancam masyarakat yaitu penyakit menular seperti HIV/AIDS dan TBC, serta penyakit yang disebabkan oleh binatang seperti Malaria, DBD, dan Rabies.
Terhadap kondisi ini, Dinas Kesehatan setempat melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) tidak tinggal diam. Bidang P2P terus melakukan koordinasi lintas sektor dengan pelbagai elemen.
Satu kegiatan penting yang dilakukan yaitu Rapat Koordinasi Terintegrasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tingkat Kabupaten Sikka yang berlangsung di Aula Camilian, Selasa (10/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Rakor ini melibatkan kurang lebih 60 peserta. Paling banyak adalah unsur tenaga kesehatan seperti Kepala Puskesmas dan staf Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka. Tampak juga beberapa Camat. Tidak ada satu pun kepala dinas ysng hadir, kecuali Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan yang hadir pada acara pembukaan.
Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi membuka kegiatan Rakor tersebut. Dia menegaskan bahwa persoalan kesehatan bukan saja menjadi tanggung jawab petugas kesehatan, tetapi harus memjadi tanggung jawab seluruh warga masyarakat. Dia berharap Rakor bisa menghasilkan rencana tindak aksi untuk mengeliminir penyakit menular dan penyakit yamg bersumber dari binatang.
“Para Camat, Lurah, Kepala Puskesmas, tolong jangan henti-henti selalu kasih edukasi kepada masyarakat,” ajak dia.


Ikuti Kami
Subscribe












