Dari perspektif psikologi politik, kondisi ini juga dapat dijelaskan melalui kebutuhan keterlibatan sosial, identitas kelompok, serta kedekatan emosional terhadap isu-isu publik. Politik tidak hanya dipahami sebagai kebijakan, tetapi juga sebagai bagian dari identitas sosial dan hubungan antar manusia dalam kehidupan sehari-hari.
Budaya politik yang kuat sebenarnya memiliki sisi positif. Masyarakat menjadi peduli terhadap pemerintahan dan aktif mengikuti perkembangan daerah maupun nasional. Namun di sisi lain, politik juga bisa membawa perpecahan jika fanatisme berlebihan mulai masuk ke hubungan keluarga, gereja, atau pertemanan. Perbedaan pilihan politik kadang berubah menjadi konflik sosial yang berkepanjangan.
Meski demikian, ada satu hal yang menarik dari masyarakat Maumere: mereka tidak apatis. Mereka peduli terhadap daerahnya, mengikuti perkembangan pemerintahan, dan ingin ikut menentukan arah masa depan daerah. Dalam banyak hal, ini menunjukkan tingkat kesadaran sosial dan politik yang cukup tinggi.
Pada akhirnya, kedekatan masyarakat Maumere dengan politik bukan sekadar fenomena budaya, tetapi hasil dari sejarah pendidikan, struktur ekonomi, budaya sosial, serta cara masyarakat memahami kekuasaan dan perubahan. Politik menjadi sangat hidup karena ia hadir di semua lapisan kehidupan: dari kebijakan besar negara hingga percakapan sederhana di warung kopi.***
Ditulis oleh Fransisco Soarez Pati, pemerhati politik


Ikuti Kami
Subscribe












