Maumere dan Politik: Ketika Semua Hal Jadi Bahan Obrolan

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 205 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fransisco Soarez Pati

Fransisco Soarez Pati

Dari perspektif psikologi politik, kondisi ini juga dapat dijelaskan melalui kebutuhan keterlibatan sosial, identitas kelompok, serta kedekatan emosional terhadap isu-isu publik. Politik tidak hanya dipahami sebagai kebijakan, tetapi juga sebagai bagian dari identitas sosial dan hubungan antar manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Budaya politik yang kuat sebenarnya memiliki sisi positif. Masyarakat menjadi peduli terhadap pemerintahan dan aktif mengikuti perkembangan daerah maupun nasional. Namun di sisi lain, politik juga bisa membawa perpecahan jika fanatisme berlebihan mulai masuk ke hubungan keluarga, gereja, atau pertemanan. Perbedaan pilihan politik kadang berubah menjadi konflik sosial yang berkepanjangan.

Meski demikian, ada satu hal yang menarik dari masyarakat Maumere: mereka tidak apatis. Mereka peduli terhadap daerahnya, mengikuti perkembangan pemerintahan, dan ingin ikut menentukan arah masa depan daerah. Dalam banyak hal, ini menunjukkan tingkat kesadaran sosial dan politik yang cukup tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada akhirnya, kedekatan masyarakat Maumere dengan politik bukan sekadar fenomena budaya, tetapi hasil dari sejarah pendidikan, struktur ekonomi, budaya sosial, serta cara masyarakat memahami kekuasaan dan perubahan. Politik menjadi sangat hidup karena ia hadir di semua lapisan kehidupan: dari kebijakan besar negara hingga percakapan sederhana di warung kopi.***

Ditulis oleh Fransisco Soarez Pati, pemerhati politik

Berita Terkait

Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara
China Flores: Jejak Panjang dan Integrasi Sosial
Arogansi Kekuasaan dan Matinya Ruang Dialog di Ende
Legitimasi Kekuasaan, Epistemologi Demokrasi, dan Daya Pertimbangan Politik: Refleksi Filsafat Politik bagi Masa Depan Demokrasi di Indonesia
Napung Gete dan Jalan Panjang Kemandirian Pangan Kabupaten Sikka
Optimalisasi Peran Pelabuhan Laurens Say Maumere dalam Mendorong Kemandirian Fiskal Daerah
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:06 WITA

Bupati Sikka Diingatkan Jangan Gegabah Terapkan Pergub Pembatasan BBM Bersubsidi

Selasa, 30 Juni 2026 - 07:19 WITA

Mahasiswa Unipa Maumere Kritik Gubernur NTT: Hak Subsidi Rakyat Jangan Dikorbankan Demi Pajak!

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:27 WITA

Polres Sikka Bantah Tudingan Oknum Polisi Minta Uang Tebusan BBM

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:22 WITA

Sebut Gubernur NTT Malas, PMKRI Maumere Soroti Kebijakan Larangan Penggunaan BBM Bersubsidi

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:53 WITA

NTT Siapkan Arena PON 2028 Dekat Lokasi Wisata

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:02 WITA

Setelah Viral Permintaan Tebusan Rp 50 Juta, Polres Sikka Kebakaran Jenggot, Langsung Rilis Pengungkapan Kasus Penyalahgunaan BBM

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:03 WITA

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Berita Terbaru

Ketua MK Suhartoyo

Nasional

Putusan MK: Kepala Daerah Tetap Dipilih Rakyat

Selasa, 30 Jun 2026 - 15:33 WITA