Sejak muda, saat baru saja datang ke ibukota negara, Blasius Bapa terlihat sering bolos sekolah dan kuliah hanya untuk mendengarkan orasi, debat terbuka dari para maestro politik di Indonesia seperti Syahrir, Mohammad Yamin, IJ Kasimo, dan lain-lain.
Pada tahun 1971, Blasius Bapa adalah calon legislatif Partai Katolik dari Daerah Pemilihan NTT. Setelah Partai Katolik dilebur ke dalam Partai Demokrasi Indonesia, kembali pada Pemilu 1977, dia menjadi calon legislatif dari Partai Demokrasi Indonesia.
Lima tahun kemudian, Pemilu 1982, Blasius Bapa merupakan calon tunggal dari Partai Demokrasi Indonesia untuk daerah pemilihan Timor Timur.
Daerah bekas kolonisasi Portugis yang saat itu masih sangat rawan dan bergejolak tidak melunturkan tekad dan niatnya untuk berkampanye di Lapangan Umum Kota Dilli.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di depan ribuan masa Partai Demokrasi Indonesia, Blasius Bapa berorasi dengan memukau. Massa yang terlihat antusias tampak memenuhi hampir seluruh bagian Lapangan.
KBM Jaya
Bersama para tokoh masyarakat Maumere di Jakarta, Keluarga Besar Maumere Jakarta Raya atau yang lebih dikenal dengan singkatan KBM Jaya didirikan pada tanggal 18 Juni 1978, di Cililitan, Jakarta Timur. Blasius Bapa didaulat menjadi Ketua KBM Jaya.
KBM Jaya di bawah pimpinan Blasius Bapa, turut aktif dalam membantu bencana alam di Wolofeo, bencana banjir bandang di Larantuka, bencana Gempa Bumi dan Tsunami di Kabupaten Sikka tahun 1992.
Halaman : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












