Manusia Unik Itu Bernama Blasius Bapa

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 25 Desember 2023 - 15:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 13,043 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Josef Blasius Bapa

Josef Blasius Bapa

Kemudian, tanggal 3 Oktober 1965 telah dipastikan keberadaan sebuah sumur di Lubang Buaya yang digunakan untuk membuang jenazah para jenderal yang diculik. Maka, diputuskanlah untuk mengambil jenazah-jenazah tersebut dari dalam sumur pada tanggal 4 Oktober 1965.

Pada tanggal 4 Oktober, Blasius Bapa ikut dalam rombongan Mayjen Soeharto/Panglima Kostrad guna mengangkat jenazah para Perwira Tinggi/Perwira Pertama korban pengkhianatan G30S/PKI di Lubang Buaya.

Blasius Bapa diperintahkan atasannya Brigjen RH Sugandhi untuk ikut ke Lubang Buaya menyaksikan pengangkatan jenazah para Perwira Tinggi dan Perwira Pertama yang menjadi korban pengkhianatan PKI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena peranan dan keikutsertaannya secara aktif dalam menumpas pemberontakan G30S/PKI, Blasius Bapa diangugerahi Satya Lencana Penegak berdasarkan SK Menteri Panglima Angkatan Darat yang ditandatangani Jenderal TNI Soeharto.

Pimpinan Harian PPAB
Pada tahun 1966 menjelang pergantian dari Orde Lama ke Orde Baru, Blasius Bapa diangkat sebagai Pimpinan Harian Pusat Pemberitaan Angkatan Bersenjata (PAB). Usianya masih 28 tahun. Dalam perkembangannya, PAB kemudian menjadi Kantor Berita Angkatan Bersenjata, yang langsung bertanggungjawab kepada Brigjend Sugandhi.

Satu hal yang menarik di sini, posisi Pimpinan Harian PAB biasanya hanya diduduki oleh orang-orang dari kalangan Angkatan Bersenjata. Walaupun demikian, Brigjen Soegandhi menilai dan mempercayai Blasius Bapa memenuhi kualifikasi untuk menduduki posisi tersebut.

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia
Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru