Setibanya di sana, Brigjen Soegandhi memberikan 1 stel pakaian tentara berikut sebuah pistol FN 45. Brigjen Soegandhi mengajak Blasius Bapa memantau keadaan sekitar ibukota, sekaligus mencari jejak keberadaan Jenderal Nasution yang dikonfirmasi lolos dari penculikan.
Akhirnya, Blasius Bapa bersama Brigjen RH Sugandhi, Direktur Penerangan Staf Angkatan Bersenjata menuju Kostrad guna menghadap dan melapor kepada Mayor Jenderal Soeharto.
Mayjen Soeharto memberikan komando yang cukup jelas kepada Brigjen Soegandhi, yaitu untuk mengamankan media-media milik Angkatan Bersenjata, mengingat RRI sudah lebih dahulu dikuasai PKI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Blasius Bapa ikut serta pasukan baret merah RPKAD bersama Brigjen TNI Sugandhi, Direktur Penerangan SAB dan Brigjen TNI Ibnu Subroto, Direktur Penerangan Angkatan Darat, menduduki Gedung Telkom di Jalan Merdeka Selatan dan Gedung RRI di Jalan Merdeka Barat.
Dan selanjutnya bermarkas di Gedung RRI sebagai Satgas Penerangan di bawah pimpinan Kolonel TNI Sofyan dari Direktorat Penerangan Staf Angkatan Bersenjata.
Blasius Bapa ikut serta dalam pemindahan markas Mayor Jenderal Soeharto dari Kostrad Jalan Merdeka Timur ke Komplek Senayan. Tengah malamnya, Blasius Bapa ikut serta juga dalam operasi pembebasan Kantor Berita ANTARA, dan Percetakan Suryapraba.
Halaman : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












