Nasution memutuskan untuk menerbitkan Harian Angkatan Bersenjata. Blasius Bapa yang pada waktu itu baru saja menyelesaikan Kursus Kewartawanan Media Angkatan Bersenjata, kemudian dipercayakan menjadi salah satu arsiteknya. Blasius Bapa juga menjadi bagian dari Staf Redaksi Harian Angkatan Bersenjata.
Tugas ini bukan hal yang mudah bagi Blasius Bapa. Dia harus “keringat dingin” ketika pertama kali berlatih membuat editorial. Editorial biasanya menjadi counter bagi berita-berita yang dikeluarkan media-media milik PKI.
Blasius Bapa juga diperbantukan sebagai Staf Redaksi Harian Pelopor Baru dan Harian Indonesia berbahasa Tionghoa di bawah asuhan Direktorat Penerangan Staf Angkatan Bersenjata (SAB). Dia juga menjabat Staf Redaksi Pusat Pemberitaan Angkatan Bersenjata
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saksi G30S/PKI
Pagi hari tanggal 1 Oktober 1965, Blasius Bapa dibangunkan Kolonel Kushal Singh Tapa, atase militer India. Kolonel Kushal memberitahukan kepada Blasius Bapa bahwa telah terjadi peristiwa penculikan terhadap para Jenderal, dan kemungkinan besar hal itu dilakukan PKI.
Blasius Bapa terkejut mendengar berita itu. Apalagi kediaman Jenderal Ahmad Yani hanya terletak kurang lebih 100 meter dari kediamannya sendiri.
Blasius Bapa kemudian berpakaian dan bergerak menuju Jalan Diponegoro, kediaman Brigjen Soegandhi.
Halaman : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












