Sementara di sisi lain, Bung Karno beranggapan revolusi belum selesai sehingga timbul berbagai aktivitas yang sifatnya revolusioner seperti Ganyang Malaysia dan kegiatan-kegitan lain yang kemudian dibonceng PKI.
Sebuah pengalaman berharga bagi Blasius Bapa, karena bisa melihat dan menyaksikan dinamika dua pemimpin besar Indonesia itu.
Blasius Bapa terlibat aktif sejak awal Orde Baru di zaman Soeharto. Dia mengikuti secara baik pemberontakan G30S/PKI, proses-proses konstitusional melalui MPR yang dipimpin Ketua MPRS Jenderal Nasution, hingga 32 tahun kepemimpinan Soeharto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menarik, mengikuti kesan Blasius Bapa terhadap dua orde ini. Soekarno-Hatta, disebut sebagai manusia intelektual, tapi tidak bisa mengembangkan hasil yang telah mereka lakukan dalam memperjuangkan kemerdekaan. Berbeda dengan Soeharto, yang olehnya disebut sebagai prajurit biasa tetapi mampu mengisi kemerdekaan.
Satu hal yang tidak membedakan para pemimpin ini, menurut Blasius Bapa, yakni mereka turun dari singgasana dalam kondisi yang sangat tragis.
Soekarno dilengserkan era Orde Baru Soeharto, sedangkan Soeharto sendiri dilengserkan gerakan reformasi yang menentang kepemimpinannya.
Halaman : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












