Karpet Merah untuk Pariwisata Budaya Maumere

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 16 Juli 2024 - 22:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 3,158 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebuah pentas tari yang menggambarkan kearifan lokal adat dan budaya di Kabupaten Sikka

Sebuah pentas tari yang menggambarkan kearifan lokal adat dan budaya di Kabupaten Sikka

Turis puas serentak menaruh apresiasi tinggi di atas altar persembahan budaya yang memancarkan cinta, kesahajaan dan ketulusan.
Komunitas Liangawo dan Lewomada bahagia. Orang Liangawo lebih gembira lagi, karena produk kerajinan mereka terjual banyak dan ini berarti membantu mengatasi cicilan koperasi — ada dua nama yang disebut masuk ke pelosok desa.

Saya pernah baca perspektif Bank Dunia, tapi saya lupa sumbernya. Lembaga keuangan itu memandang bahwa “culture tourism is one way or another to help alleviate poverty“.

Pariwisata budaya adalah salah satu cara untuk membantu mengurangi kemiskinan. Saya sepenuhnya sepakat, bukan karena saya pelaku pariwisata, tapi karena ada basis empirik yang membenarkan perspektif tersebut.

Sudah sejak lama komunitas masyarakat yang berhimpun di Sanggar Lepo Lorun, Doka Tawa Tana, dan Bliran Sina mengalami dan menikmati berkah pariwisata budaya. Berkah yang kini meluas, menjangkau Lewomada dan Liangawo.

Budaya itu unik adanya. Bangunan rumah dan model kampung, bahasa, lagu dan tari serta musik selalu khas dan berbeda pada masing-masing etnis. Sedangkan bentang alam dengan segala keindahannya ada nuansa, beda-beda tipis antara satu daerah dengan daerah lain.

Baca Juga :  Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB

Pada titik ini, Maumere punya keunggulan komparatif. Memang, di sini sudah tidak ada komunitas yang mendiami sebuah pusat kampung dengan rumah-rumah khas seperti di kabupaten Ende, Ngada, Nagekeo, dan Manggarai. Tapi, kita juga miliki budaya yang terlihat (tangible culture) yang sungguh hidup dan energik — tarian. Pun, kita memiliki intellectual property bermutu tinggi, yakni tenunan dengan pewarna alamiah.

Berita Terkait

Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara
Maumere dan Politik: Ketika Semua Hal Jadi Bahan Obrolan
China Flores: Jejak Panjang dan Integrasi Sosial
Arogansi Kekuasaan dan Matinya Ruang Dialog di Ende
Legitimasi Kekuasaan, Epistemologi Demokrasi, dan Daya Pertimbangan Politik: Refleksi Filsafat Politik bagi Masa Depan Demokrasi di Indonesia
Napung Gete dan Jalan Panjang Kemandirian Pangan Kabupaten Sikka
Optimalisasi Peran Pelabuhan Laurens Say Maumere dalam Mendorong Kemandirian Fiskal Daerah
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:35 WITA

Maria Angela Yohanista Lulusan Terbaik SMPK Yapenthom 1 Maumere

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:54 WITA

Terima Amplop Kelulusan, Air Mata Bahagia Tumpah di SMPK Yapenthom 1 Maumere

Senin, 1 Juni 2026 - 12:05 WITA

Sekolah Jadi Tempat Ideal Implementasi Pancasila, Perlu Anggaran Lebih Banyak untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan

Senin, 1 Juni 2026 - 10:32 WITA

Pesan Kepala BPIP: Jadikan Pancasila sebagai Idiologi Hidup

Rabu, 27 Mei 2026 - 20:32 WITA

Idul Adha di Sikka, 214 Sapi dan 95 Kambing Jadi Kurban, Bisa Capai Rp 2 Miliar Lebih

Senin, 25 Mei 2026 - 20:00 WITA

8 Pelajar SMKS Yohanes XXIII Maumere Sabet 7 Piala FLS3N dan O2SN

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Berita Terbaru