Karpet Merah untuk Pariwisata Budaya Maumere

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 16 Juli 2024 - 22:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 3,171 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebuah pentas tari yang menggambarkan kearifan lokal adat dan budaya di Kabupaten Sikka

Sebuah pentas tari yang menggambarkan kearifan lokal adat dan budaya di Kabupaten Sikka

Turis puas serentak menaruh apresiasi tinggi di atas altar persembahan budaya yang memancarkan cinta, kesahajaan dan ketulusan.
Komunitas Liangawo dan Lewomada bahagia. Orang Liangawo lebih gembira lagi, karena produk kerajinan mereka terjual banyak dan ini berarti membantu mengatasi cicilan koperasi — ada dua nama yang disebut masuk ke pelosok desa.

Saya pernah baca perspektif Bank Dunia, tapi saya lupa sumbernya. Lembaga keuangan itu memandang bahwa “culture tourism is one way or another to help alleviate poverty“.

Pariwisata budaya adalah salah satu cara untuk membantu mengurangi kemiskinan. Saya sepenuhnya sepakat, bukan karena saya pelaku pariwisata, tapi karena ada basis empirik yang membenarkan perspektif tersebut.

Sudah sejak lama komunitas masyarakat yang berhimpun di Sanggar Lepo Lorun, Doka Tawa Tana, dan Bliran Sina mengalami dan menikmati berkah pariwisata budaya. Berkah yang kini meluas, menjangkau Lewomada dan Liangawo.

Budaya itu unik adanya. Bangunan rumah dan model kampung, bahasa, lagu dan tari serta musik selalu khas dan berbeda pada masing-masing etnis. Sedangkan bentang alam dengan segala keindahannya ada nuansa, beda-beda tipis antara satu daerah dengan daerah lain.

Baca Juga :  Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia

Pada titik ini, Maumere punya keunggulan komparatif. Memang, di sini sudah tidak ada komunitas yang mendiami sebuah pusat kampung dengan rumah-rumah khas seperti di kabupaten Ende, Ngada, Nagekeo, dan Manggarai. Tapi, kita juga miliki budaya yang terlihat (tangible culture) yang sungguh hidup dan energik — tarian. Pun, kita memiliki intellectual property bermutu tinggi, yakni tenunan dengan pewarna alamiah.

Berita Terkait

Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara
Maumere dan Politik: Ketika Semua Hal Jadi Bahan Obrolan
China Flores: Jejak Panjang dan Integrasi Sosial
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:27 WITA

Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:26 WITA

Empat Negara di Tangga Juara

Minggu, 7 Juni 2026 - 08:37 WITA

Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:55 WITA

Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:27 WITA

Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:23 WITA

Maumere dan Politik: Ketika Semua Hal Jadi Bahan Obrolan

Senin, 11 Mei 2026 - 20:15 WITA

China Flores: Jejak Panjang dan Integrasi Sosial

Senin, 11 Mei 2026 - 19:28 WITA

Arogansi Kekuasaan dan Matinya Ruang Dialog di Ende

Berita Terbaru

Kadispora NTT Alfonsus Theodorus dan Ketua PSSI NTT Chris Mboeik pose bersama pada pembukaan Piala Pertiwi dan Piala Suratin Tahun 2026 di Gelora Samador da Cunha Maumere, Sabtu (25/7)

Daerah

Gelora Samador Bakal Jadi Venue Sepak Bola Putri di PON 2028

Minggu, 26 Jul 2026 - 08:08 WITA

Persami Maumere menang pada laga perdana Piala Suratin, Sabtu (25/7)

Daerah

Persami Tekuk Nirwana, Claus Bikin Braze, Bayu Diusir Wasit

Sabtu, 25 Jul 2026 - 22:57 WITA