Karpet Merah untuk Pariwisata Budaya Maumere

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 16 Juli 2024 - 22:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 3,195 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebuah pentas tari yang menggambarkan kearifan lokal adat dan budaya di Kabupaten Sikka

Sebuah pentas tari yang menggambarkan kearifan lokal adat dan budaya di Kabupaten Sikka

Imperatif bagi pemerintah untuk reorientasi dan mendefinisi ulang politik dan strategi pembangunan pariwisata. Budaya mesti menjadi branding Maumere, suatu cara untuk memikat dan mempertemukan manusia.

Di tengah kemajuan dan modernitas manusia kesepian. Pandemi Covid memperparah keadaan. Pertemuan dan interaksi antar manusia menjadi kebutuhan psikologis. Dan, sebagaimana telah diuraikan di depan, Maumere memiliki modal dan kemampuan untuk maksud ini.

Pelaku sektor pariwisata tidak saja dituntut kreatif meracik program, tapi juga memiliki cinta untuk mempertemukan manusia lewat saluran budaya. Harapan yang sama ditujukan kepada pemerintah yang memiliki kewenangan dan sumber daya keuangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

The performing arts merupakan jembatan bagi produk budaya lain seperti aneka tenunan dan anyaman.

Dengan kata lain, tari, musik dan lagu adalah kunci yang membukakan akses pasar bagi produk ekonomi kreatif masyarakat.

Tapi, budaya bukan hanya itu. Budaya juga mewujud dalam semangat gotong royong, dalam cara kerja kooperatif yang saling mengarifi demi tujuan dan kebaikan bersama.

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia
Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:45 WITA

Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:00 WITA

Tanggapi Isu Daerah, Undana dan Pemkab Sikka Jajaki Kerja Sama Strategis Tahun 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:04 WITA

Kabar Gembira! SMKS Yohanes XXIII Maumere Buka Jurusan Kecantikan dan SPA, Tenaga Didik Seorang Guru Muda Cantik

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:35 WITA

Femi Bapa Resmi Jadi Sekda Sikka

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:38 WITA

3 WNA dan 1 WNI Terseret Arus di Perairan Pangabatang Maumere, Ditemukan Selamat

Berita Terbaru