Karpet Merah untuk Pariwisata Budaya Maumere

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 16 Juli 2024 - 22:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 3,118 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebuah pentas tari yang menggambarkan kearifan lokal adat dan budaya di Kabupaten Sikka

Sebuah pentas tari yang menggambarkan kearifan lokal adat dan budaya di Kabupaten Sikka

Imperatif bagi pemerintah untuk reorientasi dan mendefinisi ulang politik dan strategi pembangunan pariwisata. Budaya mesti menjadi branding Maumere, suatu cara untuk memikat dan mempertemukan manusia.

Di tengah kemajuan dan modernitas manusia kesepian. Pandemi Covid memperparah keadaan. Pertemuan dan interaksi antar manusia menjadi kebutuhan psikologis. Dan, sebagaimana telah diuraikan di depan, Maumere memiliki modal dan kemampuan untuk maksud ini.

Pelaku sektor pariwisata tidak saja dituntut kreatif meracik program, tapi juga memiliki cinta untuk mempertemukan manusia lewat saluran budaya. Harapan yang sama ditujukan kepada pemerintah yang memiliki kewenangan dan sumber daya keuangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

The performing arts merupakan jembatan bagi produk budaya lain seperti aneka tenunan dan anyaman.

Dengan kata lain, tari, musik dan lagu adalah kunci yang membukakan akses pasar bagi produk ekonomi kreatif masyarakat.

Tapi, budaya bukan hanya itu. Budaya juga mewujud dalam semangat gotong royong, dalam cara kerja kooperatif yang saling mengarifi demi tujuan dan kebaikan bersama.

Berita Terkait

Mengenang Anand Krishna, Seorang Pelintas Batas
KPA Harusnya Jatuhkan Sanksi Administrasi kepada Tersangka John Bala, dan Tidak Berlindung di Balik Imunitas Advokat
Sepucuk Surat, Satu Nyawa, dan Negara yang Diam dalam Potret Pahit Pendidikan di NTT
Dari Keresahan yang Sunyi, ke Mana Kita Melangkah Bersama?
KUHP dan KUHAP Baru: Reformasi Hukum atau Kemunduran Demokrasi?
Ketika DAK Gagal Wujudkan Hak Kesehatan: Alarm Konstitusi dari Puskesmas Tuanggeo
PAD Naik, APBD Tetap Defisit: Ujian Otonomi Konstitusional dan Rasionalitas Tata Kelola Fiskal Daerah
Penutupan Pasar Wuring: Sebuah Kajian Sosiologi Hukum
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 16:14 WITA

Bangunan Kosong Tanpa Penghuni di Nangahure Terbakar, Penyebab Belum Diketahui

Rabu, 18 Februari 2026 - 15:13 WITA

Kantongi Bukti-Bukti, Penyidik Polres Sikka Naikkan Kasus Dugaan TPPO di Eltras Pub ke Tahap Penyidikan

Rabu, 18 Februari 2026 - 11:22 WITA

28 Jam Tidak Kembali dari Panah Ikan di Perairan Wuring, Mateus Rohi Ditemukan Meninggal Dunia

Rabu, 18 Februari 2026 - 09:19 WITA

Sejarah dan Signifikansi Hari Rabu Abu

Senin, 16 Februari 2026 - 16:17 WITA

Wakapolda NTT Berkunjung ke SMPN 048 Gaikiu, Polisi Dirikan 2 Unit Tenda KBM

Senin, 16 Februari 2026 - 08:49 WITA

Bangunan SDK Nuabhana di Wolorega Paga Rusak Berat, Luput dari Perhatian Pemerintah

Minggu, 15 Februari 2026 - 08:30 WITA

Meski KBM di Sekolah Lain, 52 Siswa SMPN 048 Gaikiu Konsisten Tidak DO

Sabtu, 14 Februari 2026 - 22:15 WITA

Bangunan Sekolah Belum Layak, 20 Siswa SMPN 49 Renggarasi Terpaksa KBM di SDK Paipenga

Berita Terbaru

RD Quinn Galmin menandakan abu pada dahi umat Katolik di Gereja Thomas Morus Keuskupan Maumere, Rabu (18/2)

Daerah

Sejarah dan Signifikansi Hari Rabu Abu

Rabu, 18 Feb 2026 - 09:19 WITA