Kedua, masyarakat dan wisatawan tidak melakukan kegiatan pada lembah-lembah atau sungai yang berhulu dari sekitar puncak/kubah lava baru untuk menghindari ancaman banjir lahar akibat hujan.
Ketiga, masyarakat agar mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, serta tidak terpancing oleh berita-berita yang tidak benar dan tidak bertanggungjawab mengenai aktivitas Gunung Rokatenda, dan mengikuti arahan dari instansi yang berwenang yakni Badan Geologi yang akan terus melakukan koordinasi dengan BNPB, BMKG, K/L, Pemda, dan instansi terkait lainnya.
Keempat, seluruh masyarakat maupun pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan aktivitas dan rekomendasi Gunung Rokatenda melalui aplikasi MAGMA Indonesia yang dapat diunduh di Google Playstore atau melalui website https://magma.esdm.go.id, https://vsi.esdm.go.id dan website Badan Geologi https://geologi.esdm.go.id serta media sosial PVMBG (Facebook, Instagram dan Twitter pvmbg ).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kelima, informasi aktivitas Gunung Rokatenda dan koordinasi oleh Pemerintah Daerah, BPBD Provinsi dan Kabupaten dapat juga diperoleh/dilaksanakan melalui Pos PGA Rokatenda di Kaliwumbu, Kecamatan Maurole Kabupaten Ende atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.
Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid memastikan tingkat aktivitas Gunung Rokatenda akan dievaluasi kembali secara berkala atau jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan. Tingkat aktivitas dan rekomendasi Gunung Rokatenda ini tetap berlaku selama surat/laporan evaluasi berikutnya belum diterbitkan.
Gunung Rokatenda terakhir meletus pada Sabtu 10 Agustus 2013 pukul 04.27 Wita. Letusan dan semburan abu vulkanik dahsyat disertai gempa bumi. mengakibatkan beberapa desa dihujani semburan kerikil dan abu vulkanik.*** (eny)


Ikuti Kami
Subscribe












