

Maumere-SuaraSikka.com: Peristiwa 3 ekor anjing liar dari Sulawesi Selatan yang dibawa ke Kecamatan Palue Kabupaten Sikka baru-baru ini, menggambarkan Instruksi Bupati Sikka dianggap angin lalu dan dengan tahu dan mau diabaikan warga di kecamatan itu.
Sebelumnya, pada 7 Maret 2025 lalu, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengeluarkan Instruksi tentang Kewaspadaan terhadap Rabies dan Langkah-Langkah Operasional Pencegahan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Instruksi tersebut ditujukan kepada para Camat, para Lurah dan Kepala Desa se-Kabupaten Sikka, dan tertuang resmi dalam dokumen administratif dengan Nomor Distan.100.3 4.2/05/III/2025.
Dalam instruksi tersebut, pendasaran Bupati Sikka berangkat dari pencermatan akan situasi rabies di Kabupaten Sikka yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam 2 tahun terakhir.
Bupati Sikka menyebut beberapa alasan seperti jumlah korban meninggal sebanyak 13 orang, penetapan Kejadian Luar Biasa Rabies di wilayah Kabupaten Sikka, situasi awal tahun 2025 bulan Januari hingga pertengahan Maret telah terjadi 366 kasus gigitan dengan 8 kasus positif rabies, dan terbatasnya alokasi anggaran penanggulangan rabies tahun anggaran 2025 untuk pengadaan vaksin baik pada hewan maupun untuk manusia.
Instruksi Bupati Sikka dimaksudkan untuk mencegah meluasnya penyebaran rabies pada hewan dan jatuhnya korban meninggal.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












