

Maumere-SuaraSikka.com: Distribusi minyak tanah di Kabupaten Sikka Propinsi NTT masih timpang. Minyak tanah langka dan harga meroket terus menjadi sengkarut di tengah masyarakat. Tidak tertutup kemungkinan praktik mafia ikut ambil bagian dalam persoalan ini.
Jumlah pangkalan dan kuota yang tidak ideal disebut-sebut menjadi pemicu. Belakangan diketahui turunnya kuota minyak tanah pada tahun 2025 ini menambah litani derita masyarakat mendapatkan minyak tanah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemkab Sikka dalam hal ini Bagian Ekonomi Setda Sikka rupanya tidak tinggal diam. Sejak krisis minyak tanah pada Desember 2024 lalu, Kandidus L Tolok selaku Kabag Ekonomi Setda Sikka bersama staf turun lapagan untuk melakukan uji petik.
“Kami turun monitor, dan temukan banyak masalah,” ungkap Kandidus L Tolok saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Sikka, Senin (19/5) lalu.
Dia membeberkan salah satu fakta menarik pada sebuah lokasi di Kelurahan Kota Baru Kecamatan Alok Timur. Pada salah satu kios, kata dia, ditemukan puluhan jerigen minyak tanah siap diangkut dengan sebuah pikup menuju Magepanda.
Dari sekian banyak fakta hasil uji petik dan monitoring di lapangan, Bagian Ekonomi Setda Sikka lalu mengidentifikasi 12 permasalahan minyak tanah di Kabupaten Sikka.


Ikuti Kami
Subscribe












