

Maumere-SuaraSikka.com: Dana Jasa Covid Periode Maret 2020 hingga September 2021 hingga saat ini belum cair juga. Persoalan ini sudah sejak era Bupati Fransiskus Roberto Diogo hingga Penjabat Bupati Sikka Adrianus Firminus Parera.
Masalah ini makin mencuat di zaman Bupati Sikka sekarang Juventus Prima Yoris Kago dan Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi. Dua pemimpin baru ini dengan sangat yakin pernah menjanjikan di depan sidang DPRD Sikka bahwa akan direalisasikan pada Juli 2025. Namun ternyata hingga akhir Juli 2025, bahkan hingga saat ini belum saja dicairkan.
Ketua Fraksi PKB Yoseph Karmianto Eri tampak kesal dengan berlarut-larutnya persoalan ini. Sikap kesal itu terlihat jelas ketika dia tampil menyampaikan Pemandangan Umum Fraksi atas Perubahan KUAPPAS Tahun 2025, Rabu (27/8).
Mantan Wakil Ketua DPRD Sikka itu malah sama sekali tidak memberikan tanggapan terhadap Pidato Pengantar Bupati Sikka tentang Perubahan KUAPPAS 2025. Dia justeru lebih banyak mempersoalkan Dana Jasa Covid yang tak kunjung dibayar hingga sekarang. Sidang paripurna dihadiri juga Bupati dan Wakil Bupati Sikka.
“Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa merasa tidak tertarik untuk mengomentari Pidato Pengantar atas Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran Dan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Pendapat Belanja Daerah Kabupaten Sikka Tahun Anggaran 2025,” seru dia.
Politisi asal Kecamatan Palue ini beralasan Fraksi PKB memahami bahwa Bupati dan Wakil Bupati Sikka hanya tebar pesona, tebar janji di RSUD TC Hillers Maumere, tapi aksinya sangat memble dalam mengurus tata kelola BLUD RSUD TC Hillers Maumere, dan anggaran Covid-19,” ujar dia dengan suara lantang.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



Ikuti Kami
Subscribe












