Dia mengingatkan agar tidak mengedepankan ego dan kepentingan parsial jangka pendek yang dapat menjadi penghambat proses pemekaran dan pembentukan kecamatan baru.
“Mari kita jaga suasana yang demokratis, saling menghargai, dan selalu mengedepankan musyawarah mufakat. Jadikanlah segala kebajikan moral dan kearifan etika lokal untuk mengambil keputusan,” pesan dia.
Wabup Sikka menambahkan Pemkab Sikka berkomitmen mendukung penuh proses pemekaran, mulai dari pemetaan lokasi, pengkajian pemenuhan persyaratan pemekaran, hingga penyusunan regulasi melalui Peraturan Daerah. Pemerintah daerah, kata dia, sangat menginginkan kecamatan yang baru nanti bukan hanya terbentuk secara kelembagaan, tetapi benar-benar hadir untuk mendekatkan pelayanan pemerintahan, mempercepat proses pembangunan serta pemberdayaan bagi masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Momentum Musyawarah Antar Desa, kata Wabup Sikka, tidak sekadar menentukan nama dan ibukota kecamatan. Lebih dari itu, ujar dia, yakni bagian dari sejarah dan historis.
“Hari ini kita sedang menulis sejarah. Keputusan kita hari ini akan dikenang dan dirasakan manfaatnya oleh generasi yang akan datang. Karena itu, marilah kita melangkah dengan optimisme, dan keyakinan bahwa apa yang kita lakukan adalah untuk kemajuan bersama.
Semoga musyawarah hari ini berjalan lancar dan dapat menghasilkan keputusan terbaik, yang menjadi pijakan bagi lahirnya kecamatan baru,” ujar dia.
Pembukaan kegiatan Musyawarah Antar Desa dihadiri antara lain Anggota DPRD Sikka Dapil 3, Kadis Ketahanan Pangan, Kadis Kominfo, Sekretaris BKPSDMD, Camat Talibura, Kepala Bagian Pemerintahan, Kapolsek Waigete, dan Kapospol Talibura.*** (eny)


Ikuti Kami
Subscribe












