China Flores: Jejak Panjang dan Integrasi Sosial

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 11 Mei 2026 - 20:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 424 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fransisco Soarez Pati

Fransisco Soarez Pati

Jejak keberadaan mereka juga tersimpan dalam cerita-cerita lokal. Di Kabupaten Sikka, misalnya, terdapat kawasan Geliting yang dalam sejumlah tradisi lisan masyarakat dikaitkan dengan seorang pedagang Tionghoa bernama Go Lie Ting. Nama ini diyakini berkaitan dengan perkembangan kawasan perdagangan lama di wilayah tersebut. Pada masa lalu, Geliting dikenal sebagai salah satu titik penting perdagangan masyarakat pesisir di utara Maumere. Kawasan ini menjadi ruang pertemuan berbagai kelompok, mulai dari masyarakat lokal, pedagang Tionghoa, hingga pelaut dan pedagang dari Wajo (Sulawesi Selatan) serta Tidore/Tidung (Maluku Utara).

Dari interaksi inilah terbentuk jaringan perdagangan yang menghubungkan Flores dengan jalur ekonomi antar pulau di kawasan timur Nusantara. Dalam ingatan masyarakat setempat, Pasar Go Lie Ting bukan sekadar tempat jual beli, tetapi juga ruang pertemuan sosial antara masyarakat lokal dan komunitas pendatang.

Dari tempat-tempat seperti inilah hubungan sosial antara komunitas China Flores dan masyarakat setempat tumbuh secara alami selama puluhan tahun. Aktivitas perdagangan tidak hanya menciptakan hubungan ekonomi, tetapi juga melahirkan kedekatan sosial, pertukaran budaya, hingga hubungan kekeluargaan lintas generasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun sejarah China Flores sebenarnya tidak dapat dipisahkan dari sejarah yang lebih besar di kawasan timur Nusantara, terutama hubungan mereka dengan komunitas China Timor. Flores dan Timor sejak lama berada dalam jalur perdagangan serta pengaruh kolonial Portugis yang saling terhubung. Karena itu, pola perkembangan komunitas Tionghoa di kedua wilayah ini memiliki banyak kesamaan. Bahkan dalam perjalanan sejarah sosialnya, tidak sedikit terjadi perkawinan lintas komunitas antara keturunan China Timor dan China Flores, yang semakin memperkuat jejaring kekerabatan dan hubungan sosial di antara keduanya.

Kajian mengenai China Timor pernah diteliti secara mendalam oleh Douglas Kammen bersama Jonathan Chen dalam buku China Timor: Baba, Hakka, and Cantonese in the Making of Timor-Leste, 2022. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa komunitas Tionghoa di Timor tidak berkembang sebagai kelompok yang terpisah, melainkan berproses menjadi bagian dari struktur sosial masyarakat Timor Portugis dalam jangka panjang.

Dalam konteks kawasan yang lebih luas, pola interaksi seperti ini tidak hanya terjadi di Timor saja. Flores, sebagai bagian dari ruang sejarah yang sama dalam perdagangan dan pengaruh kolonial di kawasan tersebut, juga memperlihatkan dinamika yang serupa.

Berita Terkait

Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara
Maumere dan Politik: Ketika Semua Hal Jadi Bahan Obrolan
Arogansi Kekuasaan dan Matinya Ruang Dialog di Ende
Legitimasi Kekuasaan, Epistemologi Demokrasi, dan Daya Pertimbangan Politik: Refleksi Filsafat Politik bagi Masa Depan Demokrasi di Indonesia
Napung Gete dan Jalan Panjang Kemandirian Pangan Kabupaten Sikka
Optimalisasi Peran Pelabuhan Laurens Say Maumere dalam Mendorong Kemandirian Fiskal Daerah
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:06 WITA

Bupati Sikka Diingatkan Jangan Gegabah Terapkan Pergub Pembatasan BBM Bersubsidi

Selasa, 30 Juni 2026 - 07:19 WITA

Mahasiswa Unipa Maumere Kritik Gubernur NTT: Hak Subsidi Rakyat Jangan Dikorbankan Demi Pajak!

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:27 WITA

Polres Sikka Bantah Tudingan Oknum Polisi Minta Uang Tebusan BBM

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:22 WITA

Sebut Gubernur NTT Malas, PMKRI Maumere Soroti Kebijakan Larangan Penggunaan BBM Bersubsidi

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:53 WITA

NTT Siapkan Arena PON 2028 Dekat Lokasi Wisata

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:02 WITA

Setelah Viral Permintaan Tebusan Rp 50 Juta, Polres Sikka Kebakaran Jenggot, Langsung Rilis Pengungkapan Kasus Penyalahgunaan BBM

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:03 WITA

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Berita Terbaru

Ketua MK Suhartoyo

Nasional

Putusan MK: Kepala Daerah Tetap Dipilih Rakyat

Selasa, 30 Jun 2026 - 15:33 WITA