Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 7 Juni 2026 - 08:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 481 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fransisco Soarez Pati

Fransisco Soarez Pati

Karena itu, penyelesaian sengketa Nangahale tidak cukup hanya melalui pendekatan hukum semata. Diperlukan pula pemahaman yang utuh terhadap konteks sejarah yang melatarbelakanginya, sehingga setiap pihak dapat melihat persoalan ini bukan sekadar sebagai perebutan tanah, melainkan sebagai upaya mencari keadilan atas warisan sejarah yang kompleks.

Oleh karena itu, kasus Nangahale bukan hanya tentang tanah. Nangahale adalah cermin perjalanan panjang Flores sendiri. Di sana terdapat jejak masyarakat adat, pengaruh Portugis, administrasi Belanda, perkembangan Gereja Katolik, pembentukan hukum agraria nasional, dan dinamika pembangunan modern yang terus berlangsung hingga hari ini.

Dari sudut pandang sejarah, Nangahale bukanlah titik awal sengketa, melainkan hasil dari rangkaian perubahan kekuasaan dan sistem penguasaan tanah yang berlangsung selama berabad-abad. Masyarakat adat, administrasi kolonial, perusahaan perkebunan, Gereja Katolik, dan negara Indonesia modern pernah menjadi bagian dari perjalanan sejarah yang sama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Oleh karena itu, setiap upaya penyelesaian yang hanya bertumpu pada satu periode sejarah berisiko mengabaikan bagian lain dari kenyataan yang membentuk Nangahale hari ini. Tantangan sesungguhnya bukan sekadar menentukan siapa yang memiliki tanah, tetapi bagaimana memahami dan mempertemukan berbagai lapisan sejarah yang hidup di atas tanah yang sama.

Pada akhirnya, membaca kasus Nangahale tidak cukup hanya dengan menelusuri pasal-pasal hukum yang berlaku saat ini. Diperlukan pula ketekunan untuk menelusuri arsip kolonial, dokumen misi Gereja, catatan administrasi pemerintahan, serta memori kolektif masyarakat adat yang menjadi bagian dari sejarah panjang kawasan tersebut. Sebab sengketa yang berlangsung hari ini tidak lahir dalam ruang kosong, melainkan merupakan hasil dari proses sejarah yang terbentuk selama berabad-abad.***

Ditulis oleh Fransisco Soarez Pati, diaspora Sikka-NTT, tinggal di Jakarta

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia
Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:43 WITA

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:45 WITA

Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terbaru