Kanayah Rela Tabungan Uang Jajan Disumbangkan Beli APD Medis

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 18 April 2020 - 16:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 16 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kanayah memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Caritas Keuskupan Maumere, Sabtu (18/4)

Kanayah memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Caritas Keuskupan Maumere, Sabtu (18/4)

Maumere-SuaraSikka.com: Kanayah, pelajar Kelas 3 SDI Wairklau, patut menjadi contoh. Dia rela menyumbangkan tabungan uang jajan untuk dibelikan alat pelindung diri (APD) medis.

Bocah cilik berusia 9 tahun datang ke Caritas Keuskupan Maumere, Sabtu (18/4), sekitar pukul 13.00 Wita. Dia membawa tiga tabungan berbentuk silinder. Bocah ini diantar ayahnya, seorang anggota Polres Sikka.

Di Caritas, Kanayah menyampaikan maksud kedatangannya. Kemudian dia menyerahkan tabungan kepada Helena Pareira, aktifis Caritas. Tiga tabungan langsung dipecahkan, dan dihitung jumlahnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ada 2 jenis uang, dalam bentuk uang ketong dan uang kertas. Uang ketong dari semua jenis pecahan, demikian pun uang kertas, kecuali pecahan Rp 100.000 yang tidak ada.

Baca Juga :  Bencana Januari 2026 di Sikka, 52 Rumah Rusak, 3 Sekolah Roboh, 38 Pohon Tumbang

Sudah 2 tahun Kanayah menabung. Biasanya dia menyisihkan uang jajan, atau kalau menemani ibunya ke pasar, uang kembalian belanja, langsung dia tabung.

Awalnya dia merencanakan membeli koper untuk menyimpan mainannya. Namun pikirannya berubah ketika dia menonton berita di televisi terkait informasi tentang virus corona yang sedang mewabah.

Kanayah mengaku prihatin dengan petugas medis yang menangani pasien Covid 19. Dia membayangkan para dokter dan perawat yang menangani pasien rentan tertular, apalagi kalau tidak dilengkapi APD. Apalagi dari berita dan informasi yang dia dengar, daerah ini masih kekurangan APD.

“Tim medis kekurangan APD. Padahal mereka itu yang membantu merawat kita. Kalau tidak ada APD mereka bisa terpapar,” ungkap Kanayah kepada wartawan.

Baca Juga :  Megaproyek Puskesmas Tuanggeo Terbengkelai, Masih Tunggu Audit BPK

Dia mengaku niat untuk memberikan tabungannya, lahir atas inisiatif sendiri. Setelah yakin dengan keputusannya, dia pun menyampaikan itu kepada orangtuanya. Dan orangtuanya memberikan dukungan atas kepedulian Kanayah.

Setelah dihitung uang tabungannya, semua berjumlah Rp 741.500. Jumlah ini masih terlalu sedikit untuk membeli APD medis. Namun kepedulian dan rasa prihatin, serta kerelaannya menyumbangkan uang jajan, nilainya sangat besar.

Kanayah yang cakap berdiplomasi ini, mengajak para pelajar di Kabupaten Sikka untuk menyisihkan uang jajan, dan menyumbangkan kepada orang yang membutuhkan. Buat dia, berbagi kepada sesama, baik dari kelebihan maupun dari kekurangan merupakan sesuatu yang disyukuri.*** (eny)

Berita Terkait

Baru Lulus PPPK di Setda Sikka, DA Terjerat Kasus Narkoba
TMMD di Desa Werang Resmi Dimulai, Bupati Sikka Harap Dapat Bawa Manfaat Nyata bagi Masyarakat
Jaringan HAM Sikka Desak Bongkar Dugaan Praktik TPPO di Eltras Pub
Kuasa Hukum Eltras Pub Somasi Novi, Buktikan “Kuburan” Banyak Janin di Depan Penginapan LC
Pengakuan LC Eltras Pub di Maumere: Banyak Janin Dikuburkan di Depan Mess, Boni Makalo Pemilik Aset Kaget
Gagal Salur di Dinkes Sikka Tembus Rp 4,3 Miliar, Paling Tinggi di Puskesmas Tuanggeo
Sesumbar Ungkap Tipikor Tercepat di Januari, Kajari Sikka Ternyata “Melempem”
Megaproyek Puskesmas Tuanggeo Terbengkelai, Masih Tunggu Audit BPK

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:25 WITA

Baru Lulus PPPK di Setda Sikka, DA Terjerat Kasus Narkoba

Selasa, 10 Februari 2026 - 20:55 WITA

TMMD di Desa Werang Resmi Dimulai, Bupati Sikka Harap Dapat Bawa Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Selasa, 10 Februari 2026 - 20:06 WITA

Jaringan HAM Sikka Desak Bongkar Dugaan Praktik TPPO di Eltras Pub

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:34 WITA

Kuasa Hukum Eltras Pub Somasi Novi, Buktikan “Kuburan” Banyak Janin di Depan Penginapan LC

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:02 WITA

Pengakuan LC Eltras Pub di Maumere: Banyak Janin Dikuburkan di Depan Mess, Boni Makalo Pemilik Aset Kaget

Senin, 9 Februari 2026 - 21:50 WITA

Sesumbar Ungkap Tipikor Tercepat di Januari, Kajari Sikka Ternyata “Melempem”

Senin, 9 Februari 2026 - 19:58 WITA

Megaproyek Puskesmas Tuanggeo Terbengkelai, Masih Tunggu Audit BPK

Minggu, 8 Februari 2026 - 12:45 WITA

GMNI Sikka Kecam Politisasi Kasus Bunuh Diri Pelajar SD di Ngada

Berita Terbaru

Ipda Leonardus Tunga

Daerah

Baru Lulus PPPK di Setda Sikka, DA Terjerat Kasus Narkoba

Kamis, 12 Feb 2026 - 18:25 WITA