Petahana Fransiskus Roberto Diogo dari PDIP menggebrak dengan duet bersama Martinus Wodon dari Partai Demokrat. Wacana ini lalu menguat ke publik.
Baliho dua kandidat ini mulai bermunculan, meski masih dalam pose sendiri-sendiri. Baliho Martinus Wodon lebih “nakal” lagi karena di sampingnya selalu ditancapkan bendera PDIP.
Benarkah akan terjadi koalisi PDIP-Demokrat? Betulkah koalisi ini bakal mengusung Robi-Martin dengan pelesetan Romantis?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rakerda Partai Demokrat NTT di Kupang beberapa waktu lalu, tidak hanya memberi tempat kepada Martinus Wodon. Bakal Calon Wakil Bupati Robertus Ray hadir pada momen strategis itu mewakili pasangan calon Suitbertus Amandus dan Robertus Ray yang familiar dengan Paket SARR. Fidelis Nong Nogor, Bakal Calon Bupati tampil juga di momen ini. SARR dan Fidel menjadi ancaman serius untuk bisa mengambil tiket 4 kursi Partai Demokrat.
Posisi SARR bukan sekedar ancaman. Pasangan calon ini naga-naganya sudah menyatu bersama Partai Demokrat. Sikap politik Sekretaris Partai Demokrat Sikka pada berbagai postingan di Facebook, tergambar jelas. Baru-baru dia menulis SARR dengan kepanjangan Sukses Atas Restu Rakyat. Boleh jadi itu pendapat pribadi. Tapi dalam kapasitas sebagai Sekretaris Partai Demokrat, bacaan politik bisa menjadi lain.
Partai Demokrat ke mana? Mendukung kader sendiri Martinus Wodon? Bisa jadi belum tentu. Martinus Wodon bukan kader militan Demokrat. Kandidat ini faktanya adalah “kutu loncat” pada setiap pentas Pemilihan Legislatif di Kabupaten Sikka. Lima tahun lalu dia pernah di Partai Golkar, lalu menyeberang ke Partai Berkarya, kemudian singgah di Partai Demokrat. Pada Pemilu 2024 lalu dia terpilih menjadi anggota DPRD Sikka.


Ikuti Kami
Subscribe












