Kedua, seandainya KIM plus tidak bisa menyatu, maka sangat memungkinkan KIM terbelah menjadi dua koalisi. Partai Gerindra berada pada satu gerbong bersama partai politik lain, dan di gerbong lain ada Partai Demokrat bersama partai politik lain. Dalam posisi terbelah, beberapa partai politik akan ikut bergabung, seperti PKS, Partai Hanura, dan PPP.
Gerbong Partai Gerindra boleh diduga kuat akan memunculkan Ketua Partai Gerindra Fransiskus Stephanus Say sebagai Bakal Calon Bupati. Lalu gerbong Partai Demokrat bisa jadi mengusung kandidat lain, entah yang sudah dalam bentuk pasangan calon seperti Paket SARR atau Paket Santun, atau bisa jadi memunculkan pasangan calon hasil “kawin paksa”.
Ketiga, praktis dengan sendirinya masih tersisa 3 partai politik yakni PKB, PDIP, dan Partai Perindo. Tiga partai politik ini hingga kini betul-betul lebih dari senyap. Pergerakan 3 partai politik ini sangat rapi, jauh dari keramaian politik. Hampir tidak pernah terdengar langkah politik yang yang menjejak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Boleh jadi, PKB, PDIP dan Partai Perindo akan membentuk satu koalisi tersendiri. Atau bisa saja 2 dari 3 partai politik itu berkoalisi, dan satunya bergabung ke Gerbong Gerindra atau Gerbong Demokrat. Tapi bisa saja, bukan tidak mungkin, 3 partai politik ini tidak bisa berada dalam satu koalilsi, lalu kemudian melebur ke dalam dua gerbong yang ada.
Keempat, dua bakal pasangan calon jalur perseorangan, tinggal menunggu hasil verifikasi faktual. KPU mengagendakan dua kali verifikasi faktual, menggambarkan sebuah proses demokrasi yang benar-benar ketat untuk jalur perseorangan.
Cukup mudah membaca peluang dua pasangan calon perseorangan ini. Kemungkinan Paket Flory-Ken dan Paket Bernas bisa lolos menjadi peserta Pilkada Sikka. Kemungkinan lain adalah salah satunya lolos, atau yang terburuk yakni dua pasangan calon ini tidak lolos.


Ikuti Kami
Subscribe












