Jauh sebelum itu, warna koalisi mulai nampak ketika beredar foto Ketua Partai Gerindra Sikka Fransiskus Stephanus Say duduk bersama politisi PSI Juventus Yoris Prima Kago. Pada pose itu terlihat juga politisi PKB Yosep Don Bosko. Respon politik mulai berdering. Sepertinya akan dibentuk koalisi Partai Gerindra, PSI, dan PKB dengan mengusung Stef-Jypik.
Ternyata tampilan ini pun mentah. Terbetik kabar, tidak ada yang mau mengalah menjadi orang nomor dua. Jypik, politisi muda yang selama ini berada di Metropolitan, tidak mau jadi “ban serep”. Belakangan terdengar Jypik sudah mengurungkan niat terlibat dalam kontestasi.
Satu bulan terakhir ini, wacana koalisi masih belum muncul ke permukaan. Partai-partai politik dan begitu juga para kandidat lebih asyik bermain senyap. Hasil obrolan senyap mereka masih sulit dideteksi radar politik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tetapi munculnya gagasan KIM plus bersatu, boleh jadi peta koalisi akan mulai nampak pelan-pelan. Sejalan dengan tahapan pendaftaran pasangan calon yang tinggal 2 bulan saja, gagasan tersebut sepertinya bakal diwujudnyatakan. Jika KIM plus akhirnya benar duduk dalam satu meja untuk bicara lebih serius, bisa muncul beberapa prakiraan koalisi di Kabupaten Sikka.
Pertama, KIM plus bisa saja tampil utuh melibatkan Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Gelora, Partai Garuda, PAN, PBB, Partai Demokrat, dan PSI, serta Partai Nasdem yang baru bergabung. Partai Gelora, PAN, dan PBB dalam status nonseat di Kabupaten Sikka, lebih memilih “ikut arus” untuk mempertegas soliditas KIM.
Jika koalisi ini solid, kemungkinan besar Bakal Calon Bupati Sikka akan muncul dari Partai Gerindra atau Partai Nasdem. Lalu Bakal Calon Wakil Bupati Sikka akan muncul dari Partai Golkar, Partai Garuda, Partai Demokrat, PSI, dan Partai Nasdem.


Ikuti Kami
Subscribe












