Optimalisasi Peran Pelabuhan Laurens Say Maumere dalam Mendorong Kemandirian Fiskal Daerah

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 2 April 2026 - 18:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 451 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pintu masuk Pelabuhan Laurens Say Maumere

Pintu masuk Pelabuhan Laurens Say Maumere

Pertama, membangun Sistem Pencatatan Wajib Arus Barang (Logistik Daerah). Langkah paling mendasar adalah menghadirkan sistem digital pencatatan arus barang di kawasan pelabuhan. Setiap truk ekspedisi, kontainer, maupun kapal yang memuat hasil bumi baik menuju Surabaya maupun daerah lain wajib tercatat dalam sistem daerah sehinggga pemerintah memiliki data riil volume komoditas, menjadi dasar penetapan retribusi yang adil dan menghilangkan “kebocoran” ekonomi tak tercatat. Tanpa data, PAD hanya akan berbasis asumsi. Dengan data, PAD menjadi terukur dan bisa ditingkatkan.

Kedua, Penataan dan Penarikan Retribusi Kawasan Penunjang Pelabuhan. Karena kewenangan pelabuhan utama berada di pusat, maka daerah harus fokus pada zona penyangga (buffer zone): area parkir logistik, gudang sementara, tempat penumpukan hasil bumi, dan jalur distribusi lokal. Peluang yang bisa diterapkan seperti retribusi parkir kendaraan logistik skala besar, retribusi jasa penumpukan dan pergudangan dan penataan kawasan yang lebih tertib dan produktif. Ini adalah “tambang emas kecil” yang selama ini sering terabaikan.

Baca Juga :  Empat Negara di Tangga Juara

Ketiga, Revitalisasi dan Penugasan Strategis BUMD. BUMD harus keluar dari pola lama dan didorong menjadi pemain aktif dalam rantai logistik. Perannya bisa menjadi aggregator komoditas (kelapa, mente, kemiri, cengkeh, kakao), operator gudang dan distribusi dan mitra ekspedisi dan perusahaan kontainer seperti Meratus Line.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kempat, Pengembangan Kawasan Logistik Terpadu (Local Agro-Logistic Hub). Pemerintah daerah dapat menetapkan kawasan sekitar pelabuhan sebagai zona logistik terpadu berbasis hasil bumi. Fungsinya sebagai tempat pengumpulan komoditas dari Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata, fasilitas grading, packing, dan penyimpanan dan konsolidasi muatan sebelum dikirim keluar daerah.

Baca Juga :  Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih

Kelima, mendorong Hilirisasi Skala Awal (Value Added di Daerah). Selama ini, komoditas keluar dalam bentuk mentah. Ini berarti nilai tambah dinikmati di luar daerah. Pemerintah dapat memulai dari skala sederhana seperti pengeringan dan pengolahan awal kopra dan sortasi dan pengemasan mente.

Keenam, Skema Kerja Sama dengan Pihak Ketiga (KPBU/Investasi Daerah). Tidak semua harus dibiayai APBD. Pemerintah dapat membuka peluang kerja sama dengan investor untuk pembangunan gudang modern dan rerminal logistik

Berita Terkait

Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara
Maumere dan Politik: Ketika Semua Hal Jadi Bahan Obrolan
China Flores: Jejak Panjang dan Integrasi Sosial
Arogansi Kekuasaan dan Matinya Ruang Dialog di Ende
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:54 WITA

Kunjungi SMPK Yapenthom 2 dan SMPK Yapenthom 1, Wabup Sikka Dorong Prestasi Pendidikan

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:53 WITA

Kondisi Sikka Saat Ini, Simak Konflik Pendapat Mahasiswa Hukum Unipa Maumere

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:49 WITA

837 Orang Muda Katolik dari 9 Keuskupan, Ramaikan Nusra Youth Day III di Maumere

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:06 WITA

Bupati Sikka Diingatkan Jangan Gegabah Terapkan Pergub Pembatasan BBM Bersubsidi

Selasa, 30 Juni 2026 - 07:19 WITA

Mahasiswa Unipa Maumere Kritik Gubernur NTT: Hak Subsidi Rakyat Jangan Dikorbankan Demi Pajak!

Senin, 29 Juni 2026 - 19:55 WITA

Selvin Ratu Ludji, Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Tembus Level Propinsi OSN Bidang IPS

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:27 WITA

Polres Sikka Bantah Tudingan Oknum Polisi Minta Uang Tebusan BBM

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:22 WITA

Sebut Gubernur NTT Malas, PMKRI Maumere Soroti Kebijakan Larangan Penggunaan BBM Bersubsidi

Berita Terbaru

Defri Ngo

Opini

Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih

Minggu, 12 Jul 2026 - 20:27 WITA

Kolase foto Kylian Mbape, Lamine Yamel, Jude Bellingham, Lionel Messi

Opini

Empat Negara di Tangga Juara

Minggu, 12 Jul 2026 - 16:26 WITA