Pertamina Maumere jadi Point Supply Utama BBM di NTT

0
605
Pertamina Maumere jadi Point Supply Utama BBM di NTT
Foto: Penjabat Bupati Sikka Mekeng Florianus dan Direktur Logistik Supply Chain dan Infrastruktur Pertamina Gandhy Sriwododo saat groundbreaking Terminal BBM Maumere, Senin (30/7)
Maumere-SuaraSikka.com: PT (Persero) Pertamina melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pengembangan Terminal BBM (TBBM) Maumere, Senin (30/7) di Kantor Pertamina Maumere di Jalan Nairoa Kecamatan Kangae. Nantinya Pertamina Maumere akan menjadi point supply utama BBM ke sejumlah wilayah di Provinsi NTT dan NTB.
Groundbreaking dilaksanakan secara simbolis di lokasi pekerjaan pengembangan TBBM Maumere. Penjabat Bupati Sikka Mekeng Florianus bersama Direktur Logistik Supply Chain dan Infrastruktur Pertamina Gandhy Sriwododo masing-masing memegang sekop dan mengarahkan ke sejumlah timbunan batu yang sudah disiapkan pengembang dari PT Cipta Sanalida Utama.
Gandhy Sriwododo menjelaskan pembangunan pengembangan TBBM Maumere dimaksudkan untuk meningkatkan ketahanan stok BBM khususnya di wilayah NTT dan sebagian wilayah NTB. Selain itu juga untuk mengurangi beban ship loading TBBM Kupang yang sudah tinggi dan menekan potensi kerugian demurrage di TBBM Kupang.
BERITA TERKAIT:
Pertamina Investasi Rp 449,5 Miliar di Sikka, Penjabat Bupati Ajak Masyarakat Berbangga
Selama ini pasokan minyak di wilayah NTT didistribusikan ke supply point yakni TBBM Kupang, lalu disebar ke 8 TBBM lainnya. Namun karena daya tampung dan pengembangan TBBM Kupang dirasa kurang memadai, termasuk jangkauan jarak yang cukup jauh ke 8 TBBM lainnya, maka Pertamina memutuskan untuk mengalokasikan pusat distribusi minyak ke TBBM Maumere.
“Nantinya wilayah seperti Bima, Waingapu, Reo, Kalabahi, Atapupu, Larantuka hingga ke Kupang akan menerima BBM dari Terminal BBM Maumere ini,” demikian Grandhy Sriwidodo saat seremonial groundbreaking.
Dia menambahkan proyek dengan biaya senilai Rp 449,5 miliar ini akan selesai pada tahun 2020 mendatang. Pemilihan Terminal BBM Maumere sebagai point supply utama didasarkan pada pertimbangan lokasi Maumere yang strategis sebagai pusat (center of gravity) wilayah NTT dan didukung dengan kondisi perairan dalam yang memungkinkan Pertamina membangun dermaga kapal tanker berukuran besar yang dapat disandari kapal dengan ukuran hingga 50.000 DWT (kategori MR).
Informasi yang dihimpun media ini, beberapa pengembangan yang dilakukan pada TBBM Maumere yakni pembangunan Dermaga II baru 6.500 DWT sampai dengan 50.000 DWT, pembangunan tangki baru kapasitas total 70.000 kiloliter, terminal automation system, marine loading arm, metering system, pumping station, dan fire & safety equipment. Untuk tangki timbun terdiri dari gas oil dengan kapasitas 2×15.000 KL, gasoline 88 dengan kapasitas 2×15.000 KL, gasoline 92 dengan kapasitas 1×5.000 KL, dan fame dengan kapasitas 1×5.000 KL
Grandhy Sriwidodo mengharapkan pemangku kepentingan yang ada di Kabupaten Sikka bersama-sama seluruh masyarakat untuk mendukung dan mensukseskan proyek pengembangan TBBM Maumere. Hadir saat itu antara lain Bupati dan Wakil Bupati Sikka Terpilih Fransiskus Roberto Diogo dan Romanus Woga, sejumlah kepala dinas, Sekretaris Camat Kangae, serta para mitra kerja Depo Pertamina Maumere.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini