Pangan Lokal Bukan Gaya Hidup, Tapi Cara Orang Palue Bertahan Hidup

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 14 Mei 2025 - 13:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 468 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Chois Baga

Chois Baga

Setelah letusan mereda, leluhur kami selalu kembali ke Palue. Lebih dari 10.000 orang tinggal di desa-desa di sekitar Palue. Sekalipun air bersih susah didapat, di atas tanah berbatu itu, tumbuh subur berbagai macam sumber pangan. Sementara itu, lautan kami penuh ikan.

Haram Tanam Padi
Memang tak ada tanaman padi di Palue. Dari dulu, para tetua adat kami melarang warga Palue menanam padi. Dalam kepercayaan masyarakat Palue, jika tanah Palue ditanami padi maka akan terjadi bencana alam seperti tanah longsor, banjir, angin kencang, dan lain sebagainya.

Dalam beberapa ritual adat, misalnya ritual Po’o Tubhu atau ritual pemulihan alam, makanan wajib dimasak dari sumber pangan lokal seperti kacang hijau, kacang kayu, ubi, singkong tanpa dicampuri beras. Haram hukum adat memasukkan padi ke dalam menu ritual.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aturan adat ini kemudian melahirkan banyak keyakinan yang lahir turun temurun bahwa jika Palue ditanami padi pasti tidak akan berhasil. Salah seorang pastor (P. Konsalis Mboi, SVD) di desa kami, pernah menanam padi bersama gurunya pada tahun 1970-an. Saat itu, dia duduk di bangku sekolah dasar. Tanaman padi itu sebenarnya bisa tumbuh dan berbuah, namun tidak ada isinya. Hanya kulit padi.

Hal inilah yang membuat masyarakat adat Palue percaya bahwa tanah Palue memang haram untuk menanam padi. Mungkin, kepercayaan adat ini lahir dengan kondisi agroekologi Palue yang spesifik. Padi membutuhkan air banyak, sementara di Palue, untuk mendapatkan air tawar sangat sulit. Selain dari hujan yang jarang datang, untuk kebutuhan minum warga harus menyuling dari uap panas bumi. Apalagi kalau kemarau panjang, orang harus mengambil air dari batang pisang ditebang.

Namun, kami punya banyak sumber pangan lain, seperti umbu-umbian, kacang-kacangan, hingga jagung. Kami punya banyak jenis jagung lokal untuk sumber pangan. Selain jagung muda dengan cara dibakar, jagung tua yang telah dikeringkan ditumbuk dengan alat teknologi tradisional hingga halus, dan hasilnya kemudian dikukus.

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia
Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:12 WITA

Sambut HUT ke-81 RI, Asosiasi Penambang Nikel Ajak Perkuat Hilirisasi dan Tata Kelola Mineral demi Wujudkan Negara Adidaya

Berita Terbaru

Daerah

Femi Bapa Resmi Jadi Sekda Sikka

Rabu, 7 Okt 2026 - 15:35 WITA