Setelah letusan mereda, leluhur kami selalu kembali ke Palue. Lebih dari 10.000 orang tinggal di desa-desa di sekitar Palue. Sekalipun air bersih susah didapat, di atas tanah berbatu itu, tumbuh subur berbagai macam sumber pangan. Sementara itu, lautan kami penuh ikan.
Haram Tanam Padi
Memang tak ada tanaman padi di Palue. Dari dulu, para tetua adat kami melarang warga Palue menanam padi. Dalam kepercayaan masyarakat Palue, jika tanah Palue ditanami padi maka akan terjadi bencana alam seperti tanah longsor, banjir, angin kencang, dan lain sebagainya.
Dalam beberapa ritual adat, misalnya ritual Po’o Tubhu atau ritual pemulihan alam, makanan wajib dimasak dari sumber pangan lokal seperti kacang hijau, kacang kayu, ubi, singkong tanpa dicampuri beras. Haram hukum adat memasukkan padi ke dalam menu ritual.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Aturan adat ini kemudian melahirkan banyak keyakinan yang lahir turun temurun bahwa jika Palue ditanami padi pasti tidak akan berhasil. Salah seorang pastor (P. Konsalis Mboi, SVD) di desa kami, pernah menanam padi bersama gurunya pada tahun 1970-an. Saat itu, dia duduk di bangku sekolah dasar. Tanaman padi itu sebenarnya bisa tumbuh dan berbuah, namun tidak ada isinya. Hanya kulit padi.
Hal inilah yang membuat masyarakat adat Palue percaya bahwa tanah Palue memang haram untuk menanam padi. Mungkin, kepercayaan adat ini lahir dengan kondisi agroekologi Palue yang spesifik. Padi membutuhkan air banyak, sementara di Palue, untuk mendapatkan air tawar sangat sulit. Selain dari hujan yang jarang datang, untuk kebutuhan minum warga harus menyuling dari uap panas bumi. Apalagi kalau kemarau panjang, orang harus mengambil air dari batang pisang ditebang.
Namun, kami punya banyak sumber pangan lain, seperti umbu-umbian, kacang-kacangan, hingga jagung. Kami punya banyak jenis jagung lokal untuk sumber pangan. Selain jagung muda dengan cara dibakar, jagung tua yang telah dikeringkan ditumbuk dengan alat teknologi tradisional hingga halus, dan hasilnya kemudian dikukus.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












