Pangan Lokal Bukan Gaya Hidup, Tapi Cara Orang Palue Bertahan Hidup

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 14 Mei 2025 - 13:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 468 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Chois Baga

Chois Baga

Nasi jagung Palue bukan romantisme. Ia adalah ingatan pahit yang tetap kami kunyah, dengan gigi yang mulai tanggal satu-satu.

Tapi barangkali, dari situ justeru tampak, bahwa dalam jagung, ada ketahanan yang tidak dipahami oleh dunia yang terlalu bergantung pada beras. Dalam jagung, ada keinginan untuk hidup, tidak peduli seberapa kecil tanah yang tersedia. Ia tumbuh di tanah kering, di sela bebatuan, di ladang yang tak dilirik petani moderen.

Kami menanam jagung tanpa spesifikasi, karena kami tak punya uang untuk membeli. Kami menjemurnya di terik matahari, karena kami tak punya listrik. Dan ternyata, semua itu justeru membuatnya lebih banyak dijual ke luar kota, lalu diganti beras dan bahkan mi instan, yang gizinya tidak jelas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal pangan lokal, bagi kami seharusnya bukan gaya hidup. Tetapi itu adalah cara bertahan hidup.

Kini, tantangan berat untuk mengajar anak-anak di pulau kami adalah menanamkan kembali kesadaran bahwa nasi jagung, ubi, dan kacang-kacang lokal, bukan bentuk kemiskinan. Ia adalah bentuk terima kasih paling kuno. Ia datang dari tanah yang retak, tapi tak pernah ingkar. Ia adalah perlawanan yang tidak berteriak, tapi terus tumbuh di tanah Palue.***

Ditulis oleh Chois Bhaga, warga Palue, petani

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia
Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:12 WITA

Sambut HUT ke-81 RI, Asosiasi Penambang Nikel Ajak Perkuat Hilirisasi dan Tata Kelola Mineral demi Wujudkan Negara Adidaya

Berita Terbaru

Daerah

Femi Bapa Resmi Jadi Sekda Sikka

Rabu, 7 Okt 2026 - 15:35 WITA