Pangan Lokal Bukan Gaya Hidup, Tapi Cara Orang Palue Bertahan Hidup

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 14 Mei 2025 - 13:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 468 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Chois Baga

Chois Baga

Masyarakat Palue kreatif dengan memanfaatkan berbagai pangan lokal, termasuk jagung sebagai makanan pokok.  Jagung dijemur, ditumbuk, dikeringkan, dan disangrai untuk pengganjal rasa lapar. Kami tumbuh dengan butiran jagung di lambung kami. Ditambah kuah daun kelor dan beberapa ikan kering hasil pengawetan untuk nelayan Palue dan ampas kelapa.

Masyarakat Palue menyebut nasi jagung sebagai lama ke’o. Namun, belakangan tidak semua orang menyebutnya dengan santun. Ada banyak cibiran, jika ada orang yang masih mengonsumsi pangan lokal, seperti jagung atau ubi. Mereka akan distigmatisasi sebagai orang miskin, terjebak pada kenangan masa lalu, dan lain sebagainya.

Hal ini dimulai sekitar tahun 1970-an, ketika pemerintah Indonesia mulai mengampanyekan nasi dan beras yang dianggap sebagai simbol kesejahteraan dan kemakmuran. Para guru, tentara dan pegawai negeri yang datang ke Palue memperkenalkan beras putih. Mereka juga mendidik anak-anak agar makan nasi. “Budi makan nasi,” demikian buku-buku teks di sekolah dasar saat itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kami dididik untuk malu jika masih makan-makanan lokal. Saat itu orang-orang tua mulai mengatakan bahwa nasi jagung dan ubi itu bukan untuk kesehatan, tetapi sekadar mengenyangkan atau mengganjal perut. Jadi, meski padi diharamkan ditanam di Palue oleh adat, perlahan beras putih masuk ke pulau kami, awalnya dibawa para pendatang.

Hingga saat ini, di Palue tidak ada tanaman padi, namun kebanyakan warga sudah makan nasi yang harus didatangkan dari luar pulau. Itu membuat kemandirian, juga kerawanan pangan. Bagaimana jika pengiriman beras terhenti? Orang-orang tua memang mengonsumsi makanan lokal, namun jumlahnya semakin berkurang. Anak-anak kebanyakan tidak bisa lagi kenyang tanpa nasi.

Siapa Bakal Mewarisi?
Ironisnya, ketika kini nasi beras putih mulai banyak dikaitkan dengan masalah kesehatan, seperti diabetes dan nasi aneka pangan lokal, seperti jagung mulai dipuji sebagai alternatif pangan lokal, warisan, warisan. Tapi siapa yang mewarisinya? Orang-orang kota yang menyajikannya di restoran mahal, atau kami yang terus bermitra dalam diam, tanpa label, tanpa pamflet?

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia
Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:12 WITA

Sambut HUT ke-81 RI, Asosiasi Penambang Nikel Ajak Perkuat Hilirisasi dan Tata Kelola Mineral demi Wujudkan Negara Adidaya

Berita Terbaru

Daerah

Femi Bapa Resmi Jadi Sekda Sikka

Rabu, 7 Okt 2026 - 15:35 WITA