Pangan Lokal Bukan Gaya Hidup, Tapi Cara Orang Palue Bertahan Hidup

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 14 Mei 2025 - 13:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 437 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Chois Baga

Chois Baga

Masyarakat Palue kreatif dengan memanfaatkan berbagai pangan lokal, termasuk jagung sebagai makanan pokok.  Jagung dijemur, ditumbuk, dikeringkan, dan disangrai untuk pengganjal rasa lapar. Kami tumbuh dengan butiran jagung di lambung kami. Ditambah kuah daun kelor dan beberapa ikan kering hasil pengawetan untuk nelayan Palue dan ampas kelapa.

Masyarakat Palue menyebut nasi jagung sebagai lama ke’o. Namun, belakangan tidak semua orang menyebutnya dengan santun. Ada banyak cibiran, jika ada orang yang masih mengonsumsi pangan lokal, seperti jagung atau ubi. Mereka akan distigmatisasi sebagai orang miskin, terjebak pada kenangan masa lalu, dan lain sebagainya.

Hal ini dimulai sekitar tahun 1970-an, ketika pemerintah Indonesia mulai mengampanyekan nasi dan beras yang dianggap sebagai simbol kesejahteraan dan kemakmuran. Para guru, tentara dan pegawai negeri yang datang ke Palue memperkenalkan beras putih. Mereka juga mendidik anak-anak agar makan nasi. “Budi makan nasi,” demikian buku-buku teks di sekolah dasar saat itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kami dididik untuk malu jika masih makan-makanan lokal. Saat itu orang-orang tua mulai mengatakan bahwa nasi jagung dan ubi itu bukan untuk kesehatan, tetapi sekadar mengenyangkan atau mengganjal perut. Jadi, meski padi diharamkan ditanam di Palue oleh adat, perlahan beras putih masuk ke pulau kami, awalnya dibawa para pendatang.

Hingga saat ini, di Palue tidak ada tanaman padi, namun kebanyakan warga sudah makan nasi yang harus didatangkan dari luar pulau. Itu membuat kemandirian, juga kerawanan pangan. Bagaimana jika pengiriman beras terhenti? Orang-orang tua memang mengonsumsi makanan lokal, namun jumlahnya semakin berkurang. Anak-anak kebanyakan tidak bisa lagi kenyang tanpa nasi.

Siapa Bakal Mewarisi?
Ironisnya, ketika kini nasi beras putih mulai banyak dikaitkan dengan masalah kesehatan, seperti diabetes dan nasi aneka pangan lokal, seperti jagung mulai dipuji sebagai alternatif pangan lokal, warisan, warisan. Tapi siapa yang mewarisinya? Orang-orang kota yang menyajikannya di restoran mahal, atau kami yang terus bermitra dalam diam, tanpa label, tanpa pamflet?

Berita Terkait

Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara
Maumere dan Politik: Ketika Semua Hal Jadi Bahan Obrolan
China Flores: Jejak Panjang dan Integrasi Sosial
Arogansi Kekuasaan dan Matinya Ruang Dialog di Ende
Legitimasi Kekuasaan, Epistemologi Demokrasi, dan Daya Pertimbangan Politik: Refleksi Filsafat Politik bagi Masa Depan Demokrasi di Indonesia
Napung Gete dan Jalan Panjang Kemandirian Pangan Kabupaten Sikka
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:49 WITA

837 Orang Muda Katolik dari 9 Keuskupan, Ramaikan Nusra Youth Day III di Maumere

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:06 WITA

Bupati Sikka Diingatkan Jangan Gegabah Terapkan Pergub Pembatasan BBM Bersubsidi

Senin, 29 Juni 2026 - 19:55 WITA

Selvin Ratu Ludji, Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Tembus Level Propinsi OSN Bidang IPS

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:27 WITA

Polres Sikka Bantah Tudingan Oknum Polisi Minta Uang Tebusan BBM

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:22 WITA

Sebut Gubernur NTT Malas, PMKRI Maumere Soroti Kebijakan Larangan Penggunaan BBM Bersubsidi

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:53 WITA

NTT Siapkan Arena PON 2028 Dekat Lokasi Wisata

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:02 WITA

Setelah Viral Permintaan Tebusan Rp 50 Juta, Polres Sikka Kebakaran Jenggot, Langsung Rilis Pengungkapan Kasus Penyalahgunaan BBM

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:03 WITA

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara

Berita Terbaru

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito memberikqn keterangan kepada wartawan usai menggelar Public Expose Laporan Pengelolaan Program dan Laporan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025, Kamis (2/7)

Nasional

Program JKN Makin Kuat, Cetak SDM Sehat untuk Indonesia Hebat

Kamis, 2 Jul 2026 - 17:04 WITA

Ketua MK Suhartoyo

Nasional

Putusan MK: Kepala Daerah Tetap Dipilih Rakyat

Selasa, 30 Jun 2026 - 15:33 WITA