Sepucuk Surat, Satu Nyawa, dan Negara yang Diam dalam Potret Pahit Pendidikan di NTT

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 4 Februari 2026 - 08:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 1,494 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surat yang ditulis tangan korban bunuh diri

Surat yang ditulis tangan korban bunuh diri

Setiap tahun kita mendengar jargon pendidikan gratis. Tetapi bagaimana mungkin pendidikan disebut gratis jika seorang anak masih harus menahan malu karena tidak punya buku dan pena? Bagaimana mungkin sekolah menjadi ruang aman jika anak-anak tidak memiliki pendampingan psikologis, tidak ada guru konselor yang memadai, dan tidak ada mekanisme deteksi dini terhadap tekanan mental anak?

Di mana pemerintah daerah? Di mana dinas pendidikan? Di mana kementerian sosial dan kementerian pendidikan ketika seorang anak SD merasa hidupnya terlalu berat untuk dijalani?

Tragedi ini menunjukkan bahwa negara terlalu sibuk membangun gedung, tetapi lupa membangun manusia. Anggaran pendidikan boleh besar, tetapi jika tidak menyentuh anak-anak paling miskin, itu hanyalah angka di atas kertas. Bantuan sosial boleh diumumkan, tetapi jika tidak tepat sasaran, ia hanya menjadi alat pencitraan.

Lebih menyakitkan lagi, setiap tragedi seperti ini selalu diikuti pola yang sama: pejabat datang, menyampaikan belasungkawa, media meliput sebentar, lalu perhatian publik menghilang. Tidak ada perubahan sistemik. Tidak ada audit kebijakan yang serius. Tidak ada pengakuan bahwa negara telah gagal.

Sebagai orang NTT, kami menolak tragedi ini disebut sebagai “takdir”. Takdir tidak membiarkan anak-anak hidup tanpa buku. Takdir tidak memaksa ibu bekerja tanpa perlindungan. Yang melakukan itu adalah kebijakan yang timpang, pembangunan yang tidak adil, dan negara yang terlalu fama memandang NTT sebagai daerah pinggiran yang cukup diberi bantuan seadanya.

Baca Juga :  Napung Gete dan Jalan Panjang Kemandirian Pangan Kabupaten Sikka

Anak-anak NTT bukan anak kelas dua. Mereka warga negara Indonesia dengan hak yang sama. Hak untuk hidup layak. Hak untuk belajar tanpa rasa malu. Hak untuk tumbuh tanpa beban psikologis yang menghancurkan. Ketika hak-hak itu tidak dipenuhi, maka negara harus berani mengakui kegagalannya.

Berita Terkait

Napung Gete dan Jalan Panjang Kemandirian Pangan Kabupaten Sikka
Optimalisasi Peran Pelabuhan Laurens Say Maumere dalam Mendorong Kemandirian Fiskal Daerah
13 Lady Companion Antara Dugaan TPPO dan Realitas Pilihan Kerja di Dunia Hiburan Malam
Obligasi Daerah dan Masa Depan Kemandirian Fiskal NTT
APBD Kabupaten Sikka 2026: Sah Secara Formal, Lemah dalam Keberpihakan pada Kepentingan Rakyat
Mengenang Anand Krishna, Seorang Pelintas Batas
KPA Harusnya Jatuhkan Sanksi Administrasi kepada Tersangka John Bala, dan Tidak Berlindung di Balik Imunitas Advokat
Dari Keresahan yang Sunyi, ke Mana Kita Melangkah Bersama?
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 10:21 WITA

Penyidik Polres Sikka Bakal Periksa Novi di Mapolda Jabar

Rabu, 15 April 2026 - 12:12 WITA

Perlawanan Kader Nasdem Sikka, Tuntut Tempo Minta Maaf

Rabu, 15 April 2026 - 07:39 WITA

Tetapkan Tersangka TPPO Eltras Pub di Maumere, Penyidik Pastikan Kantongi 4 Alat Bukti

Selasa, 14 April 2026 - 07:42 WITA

Lika Liku Kasus Eltras Pub Maumere, dari Masalah Kasbon, Dugaan TPPO, Hingga Suster Ika Bertindak Seperti Polisi

Senin, 13 April 2026 - 20:39 WITA

Praperadilan Dugaan TPPO Eltras Pub di Maumere, Tidak Ada Perbuatan Melawan Hukum

Senin, 13 April 2026 - 13:55 WITA

Sempat Foto Prewedding, Rencana Juni Menikah, Guru SMPN Nuba Arat Ditemukan Gantung Diri

Minggu, 12 April 2026 - 17:55 WITA

Diterpa Angin Kencang, Pohon Rita Tumbang, Rumah Sipri Aswin di Paga-Sikka Rusak Berat

Sabtu, 11 April 2026 - 10:59 WITA

Masyarakat Desa Wolorega dan Rejo di Paga-Sikka Gotong Royong Perbaiki Ruas Jalan Tanangalu-Paipenga, Kendaraan Bermotor Sudah Bisa Melintas

Berita Terbaru

Kasat Reskrim Polres Sikka Iptu Reinhard Dionisius Siga

Daerah

Penyidik Polres Sikka Bakal Periksa Novi di Mapolda Jabar

Kamis, 16 Apr 2026 - 10:21 WITA

Wakil Ketua Bidang Pengembangan Sayap dan Badan Partai NasDem Sikka Yosef Nong Soni membacakan pernyataan sikap dan tuntutan, Rabu (15/4)

Daerah

Perlawanan Kader Nasdem Sikka, Tuntut Tempo Minta Maaf

Rabu, 15 Apr 2026 - 12:12 WITA