Obligasi Daerah dan Masa Depan Kemandirian Fiskal NTT

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 24 Februari 2026 - 19:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 598 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Defri Ngo

Defri Ngo

Ketiga, risiko kapasitas teknis. Penerbitan obligasi mensyaratkan laporan keuangan yang sehat, opini WTP dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta kemampuan menyusun proyeksi keuangan jangka panjang. Tidak semua daerah di NTT saat ini memiliki SDM dan sistem keuangan yang siap untuk itu.

Dalam kerangka “fiscal federalism” (Oates, 1972), desentralisasi fiskal akan efektif jika daerah memiliki insentif untuk bertanggungjawab atas sumber pendapatannya sendiri.

Baca Juga :  Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih

NTT memiliki sektor yang potensial seperti pariwisata, perikanan, dan energi terbarukan. Kawasan Labuan Bajo misalnya, telah menjadi destinasi super prioritas nasional dengan kunjungan wisatawan yang terus meningkat sebelum dan sesudah pandemi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jika obligasi digunakan untuk memperkuat infrastruktur yang langsung mendukung pendapatan daerah, misalnya sistem tiket elektronik, dermaga wisata, atau pengelolaan kawasan terpadu, maka peluang keberhasilannya lebih besar.

Baca Juga :  Empat Negara di Tangga Juara

Namun untuk kabupaten dengan basis ekonomi pertanian subsistem dan tingkat kemiskinan tinggi, penerbitan obligasi perlu dikaji secara hati-hati. Jangan sampai ambisi kemandirian berubah menjadi tekanan fiskal baru.

Jalan Tengah
Di tengah peluang dan risiko yang menyertai obligasi daerah, pendekatan moderat menjadi pilihan paling rasional bagi Propinsi NTT.

Berita Terkait

Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara
Maumere dan Politik: Ketika Semua Hal Jadi Bahan Obrolan
China Flores: Jejak Panjang dan Integrasi Sosial
Arogansi Kekuasaan dan Matinya Ruang Dialog di Ende
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:53 WITA

Kondisi Sikka Saat Ini, Simak Konflik Pendapat Mahasiswa Hukum Unipa Maumere

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:29 WITA

Komitmen Perjuangan Partai Golkar Sikka untuk Guru, Bertindak Lokal, Berpikir Nasional

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:06 WITA

Bupati Sikka Diingatkan Jangan Gegabah Terapkan Pergub Pembatasan BBM Bersubsidi

Selasa, 30 Juni 2026 - 07:19 WITA

Mahasiswa Unipa Maumere Kritik Gubernur NTT: Hak Subsidi Rakyat Jangan Dikorbankan Demi Pajak!

Senin, 29 Juni 2026 - 19:55 WITA

Selvin Ratu Ludji, Pelajar SMPK Yapenthom 2 Maumere Tembus Level Propinsi OSN Bidang IPS

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:27 WITA

Polres Sikka Bantah Tudingan Oknum Polisi Minta Uang Tebusan BBM

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:22 WITA

Sebut Gubernur NTT Malas, PMKRI Maumere Soroti Kebijakan Larangan Penggunaan BBM Bersubsidi

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:53 WITA

NTT Siapkan Arena PON 2028 Dekat Lokasi Wisata

Berita Terbaru

Defri Ngo

Opini

Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih

Minggu, 12 Jul 2026 - 20:27 WITA

Kolase foto Kylian Mbape, Lamine Yamel, Jude Bellingham, Lionel Messi

Opini

Empat Negara di Tangga Juara

Minggu, 12 Jul 2026 - 16:26 WITA