

INDONESIA merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang dianugerahi kekayaan sumber daya laut yang melimpah dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, khususnya melalui sektor perikanan tangkap.
Namun, di balik narasi kemaritiman yang penuh optimisme tersebut, tersembunyi realitas struktural yang sering luput dari perhatian dalam perumusan kebijakan, yaitu lemahnya sistem perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja bagi nelayan skala kecil.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Nelayan tradisional, yang mayoritas termasuk dalam kategori pekerja sektor informal, setiap hari dihadapkan pada risiko kerja yang tinggi ketika melaut. Meskipun berperan vital sebagai penyedia utama pangan laut yang menopang ketahanan pangan dan konsumsi protein masyarakat, kelompok ini justeru menjadi salah satu yang paling rentan terhadap kecelakaan kerja.
Berbagai insiden kecelakaan kerja laut yang dialami nelayan pada dasarnya belum tercatat secara sistematis dalam sistem nasional. Akibatnya, kejadian kejadian tersebut tidak mendapatkan penanganan yang layak, baik dari sisi mitigasi risiko maupun kompensasi yang diperoleh.
Temuan empiris di berbagai wilayah pesisir mengindikasikan bahwa kecelakaan kerja di sektor perikanan bukanlah fenomena sporadis, melainkan berlangsung secara berulang dan sistemik.
Namun demikian, hingga saat ini belum tersedia mekanisme nasional yang secara terpadu berfungsi untuk mencatat, mengklasifikasikan, dan menindaklanjuti insiden insiden kecelakaan kerja di laut.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












