Obligasi Daerah dan Masa Depan Kemandirian Fiskal NTT

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 24 Februari 2026 - 19:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 657 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Defri Ngo

Defri Ngo

WACANA penerbitan obligasi daerah kembali menguat pasca terselenggaranya Sarasehan Nasional ke VI di Maumere, Kabupaten Sikka Propinsi NTT pada Kamis 12 Pebruari 2026. Kegiatan ini bernaung di bawah tema besar “Obligasi Daerah sebagai Salah Satu Alternatif Pembiayaan Daerah dan Instrumen Investasi Publik”.

Turut hadir Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, bersama Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Andi Achmad Dara, serta Kepala Biro Humas dan Sistem Informasi Setjen MPR RI Anies Mayangsari Muninggar. Selain itu, jajaran Forkopimda Propinsi NTT, para bupati dan wakil bupati, wali kota dan wakil wali kota, pimpinan DPRD tingkat propinsi maupun kabupaten/kota, serta berbagai unsur masyarakat juga hadir dalam kegiatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rangkaian sarasehan terarah pada suatu kesimpulan bahwa obligasi merupakan gagasan yang sangat menjanjikan. Gagasan ini membuka ruang bagi daerah untuk mencari pembiayaan sendiri tanpa terlalu bergantung pada pusat.

Obligasi juga penting karena dalam beberapa tahun terakhir, struktur transfer ke daerah berubah pasca regulasi Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD). Dengan kondisi ini, pemerintah daerah dituntut lebih kreatif dan adaptif dalam mencari sumber pembiayaannya sendiri.

Namun demikian, sebelum menyambutnya sebagai “jalan keluar” bagi kemandirian fiskal daerah, penting untuk bertanya secara jujur perihal: apakah kondisi fiskal dan ekonomi NTT benar-benar siap bermain di level pasar modal?

Masalah Dasar
Secara umum, sebagian besar APBD Kabupaten/Kota di Propinsi NTT masih sangat bergantung pada dana transfer pusat. Data Kementerian Keuangan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di banyak daerah NTT masih di bawah 20 persen dari total pendapatan. Artinya, kemandinan fiskal kita memang masih terbatas.

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia
Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:04 WITA

Kabar Gembira! SMKS Yohanes XXIII Maumere Buka Jurusan Kecantikan dan SPA, Tenaga Didik Seorang Guru Muda Cantik

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:35 WITA

Femi Bapa Resmi Jadi Sekda Sikka

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:38 WITA

3 WNA dan 1 WNI Terseret Arus di Perairan Pangabatang Maumere, Ditemukan Selamat

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:53 WITA

Berhasil Tarik Tunggakan Rp 1,8 Miliar, BRI Maumere Kembali Perpanjang MoU dengan Kejaksaan Negeri Sikka

Berita Terbaru