Legitimasi Kekuasaan, Epistemologi Demokrasi, dan Daya Pertimbangan Politik: Refleksi Filsafat Politik bagi Masa Depan Demokrasi di Indonesia

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 19 April 2026 - 12:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 372 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pater Otto Gusti Ndegong Magung membawakan orasi ilmiah saat pengukuhan Guru Besar Filsafat Politik, Sabtu (18/4)

Pater Otto Gusti Ndegong Magung membawakan orasi ilmiah saat pengukuhan Guru Besar Filsafat Politik, Sabtu (18/4)

Keenam, dalam masyarakat Indonesia, agama memainkan peran penting di ruang publik. Filsuf Martha Nussbaum menyebut komunitas agama sebagai practice of hope yang dapat berkontribusi secara signifikan untuk memperkuat demokrasi. Menurut Kant, harapan moral dan komitmen terhadap keadilan sulit dihayati secara individual atau dalam kesendirian. Untuk itu manusia selalu membutuhkan komunitas moral yang dapat menopang dan memberikan arah etis menuju kebaikan bersama. Dewasa ini, gagasan ini dikembangkan lebih jauh oleh Martha Nussbaum. Nussbaum berpandangan bahwa agama seperti halnya seni, pendidikan kritis, dan solidaritas sosial dapat menjadi “praktik harapan” yang memelihara emosi publik yang menopang demokrasi, terutama cinta, empati, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Dalam masyarakat plural seperti Indonesia, komunitas iman memiliki potensi menjadi ruang formasi daya pertimbangan politik (politische Urteilskrafty) warga, tempat orang belajar mendengar, mengendalikan nafsu permusuhan, dan melihat lawan politik sebagai sesama manusia. Dengan demikian, agama tidak berfungsi sebagai identitas eksklusif yang memecah belah ruang publik, melainkan sebagai sumber energi moral yang membantu demokrasi menghasilkan warga yang mampu menimbang secara reflektif, berdialog secara rasional, dan bersama-sama mencari kebaikan bersama di tengah perbedaan.

Penutup
Akhirnya, saya menyadari bahwa refleksi filosofis ini tidak lahir dari ruang kosong atau hanya dari hasil pergulatan intelektual pribadi saya dengan buku-buku, melainkan juga dari ziarah panjang perjumpaan dengan pelbagai orang, latar belakang budaya, dan pandangan hidup yang turut berkontribusi membentuk pemahaman saya tentang politik dan demokrasi.

Pengalaman belajar di pelbagai ruang akademik, penelitian bersama komunitas-komunitas lokal, kegiatan advokasi untuk masyarakat pinggiran dan dialog yang sering diwarbai perbedaan yang radikal, telah mengajarkan bahwa kebijaksanaan politik tidak pernah tumbuh dalam kesendirian, melainkan dalam komunikasi dan dialog tanpa henti dengan yang lain. Karena itu saya menyadari dengan penuh syukur bahwa perjalanan intelektual ini bukan prestasi saya sendiri, melainkan hasil dari sebuah proses pencarian bersama.***

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Orasi ilmiah Pater Otto Gusti Ndegong Madung, SVD, disampaikan saat pengukuhan Guru Besar Filsafat Politik

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia
Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:45 WITA

Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:00 WITA

Tanggapi Isu Daerah, Undana dan Pemkab Sikka Jajaki Kerja Sama Strategis Tahun 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:04 WITA

Kabar Gembira! SMKS Yohanes XXIII Maumere Buka Jurusan Kecantikan dan SPA, Tenaga Didik Seorang Guru Muda Cantik

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:35 WITA

Femi Bapa Resmi Jadi Sekda Sikka

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:38 WITA

3 WNA dan 1 WNI Terseret Arus di Perairan Pangabatang Maumere, Ditemukan Selamat

Berita Terbaru