Selain itu pada tahun 1970-an, sebagai Provinsial Yesuit di Argentina, Bergoglio menolak kehadiran teologi pembebasan dan berusaha menghidupkan kembali tradisi-tradisi prakonsili Vatikan II.
Ia, misalnya, membubarkan sebuah komunitas baru yang didirikan di tengah-tengah orang miskin oleh seorang imam Jesuit bernama Francisco Jalics y Orlando Yorio. Kepada para anggota komunitas tersebut Bergoglio mengajukan dua pilihan, yakni membubarkan komunitas atau meninggalkan kongregasi.
Para anggota Jesuit tersebut dianggap sebagai “subversif“ oleh pemerintah. Beberapa dari mereka akhirnya ditangkap, disiksa, dan dimasukkan ke dalam penjara dua bulan setelah terjadi kudeta militer di Argentina pada Maret 1976.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, Bergoglio adalah salah satu dari sedikit provinsial yang menolak “Decree Four“ yang telah disepakati dalam Kapitel General Jesuit ke-32 yang berlangsung dari 2 Desember 1974 hingga 7 Maret 1975. “Decree Four“ menegaskan bahwa “pelayanan iman di mana promosi keadilan merupakan persyaratan mutlak“.
Bagaimana kita menjelaskan perubahan sikap Bergoglio dari seorang yang menentang teologi pembebasan kemudian menjadi bagian dari komunitas teolog pembebasan? Salah satu alasan perubahan sikap tersebut adalah perubahan konteks historis Gereja Amerika Latin pasca ambruknya komunisme di Eropa Timur.
Gema politis dan penerimaan ide teologi pembebasan seperti pembebasan kaum miskin berubah dalam konteks pasca perang dingin di mana demokrasi di Amerika Latin mulai memberikan jaminan kebebasan berekspresi dan menjadi anggota gerilya gerakan kiri tidak lagi merupakan pilihan politis.
Halaman : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












