Paus Fransiskus dan Teologi Pembebasan

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 26 April 2025 - 03:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 849 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pater Doktor Otto Gusti Madung, SVD

Pater Doktor Otto Gusti Madung, SVD

Jadi pembebasan dipahami sebagai proses komprehensif yang bertujuan menyelamatkan manusia dari semua bentuk dosa, dari setiap jenis perbudakan, kemiskinan dan penindasan.

Yang dimaksudkan dengan konsep dosa tentu bukan saja mencakupi pelanggaran individual terhadap perintah Allah, melainkan juga mencakupi struktur dan situasi yang bertentangan dengan kodrat manusia dan menghalanginya untuk berbuat baik.

Ketika kekuasaan kejahatan yang berlangsung dengan memunggungi subjek dan melampaui kendali pikiran manusia digambarkan sebagai “dosa sosial“ maka konsep dosa mengandung unsur-unsur struktural.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan demikian, privatisasi konsep dosa yang sempit dapat diatasi dan pemahaman dosa yang biblis serta konkret ditemukan kembali.
Karena alasan dosa individual dan struktural seluruh umat manusia terhalangi untuk mencapai tujuan persekutuan yang sempurna dengan Allah.

Karena itu, umat manusia membutuhkan pembebasan yang total di mana pemenuhan eskatologisnya dijanjikan kepada kita dalam karya penyelamatan Yesus. Karena itu, teologi pembebasan memiliki kedekatan internal dengan soteriologi.

Dalam konteks teologi Barat, Karl Rahner juga menekankan pentingnya aspek soteriologi teologi pembebasan. Ia juga menggarisbawahi bahwa pembebasan manusia yang sesungguhnya harus serentak dimengerti sebagai simbol (tanda) dari Roh Allah yang membebaskan.

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia
Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:43 WITA

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:45 WITA

Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terbaru