Jadi pembebasan dipahami sebagai proses komprehensif yang bertujuan menyelamatkan manusia dari semua bentuk dosa, dari setiap jenis perbudakan, kemiskinan dan penindasan.
Yang dimaksudkan dengan konsep dosa tentu bukan saja mencakupi pelanggaran individual terhadap perintah Allah, melainkan juga mencakupi struktur dan situasi yang bertentangan dengan kodrat manusia dan menghalanginya untuk berbuat baik.
Ketika kekuasaan kejahatan yang berlangsung dengan memunggungi subjek dan melampaui kendali pikiran manusia digambarkan sebagai “dosa sosial“ maka konsep dosa mengandung unsur-unsur struktural.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan demikian, privatisasi konsep dosa yang sempit dapat diatasi dan pemahaman dosa yang biblis serta konkret ditemukan kembali.
Karena alasan dosa individual dan struktural seluruh umat manusia terhalangi untuk mencapai tujuan persekutuan yang sempurna dengan Allah.
Karena itu, umat manusia membutuhkan pembebasan yang total di mana pemenuhan eskatologisnya dijanjikan kepada kita dalam karya penyelamatan Yesus. Karena itu, teologi pembebasan memiliki kedekatan internal dengan soteriologi.
Dalam konteks teologi Barat, Karl Rahner juga menekankan pentingnya aspek soteriologi teologi pembebasan. Ia juga menggarisbawahi bahwa pembebasan manusia yang sesungguhnya harus serentak dimengerti sebagai simbol (tanda) dari Roh Allah yang membebaskan.
Halaman : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












