Untuk itu para teolog pembebasan menggunakan instrumen analisis ilmu sosial yang kritis guna menemukan dan merumuskan lebih pasti relasi sosial pada tingkat lokal dan global, pertentangannya yang diwarnai konflik dan elemen-elemen represifnya.
Kedua, praksis iman dari komunitas basis yang ingin hidup dari daya kritis peristiwa eksodus dalam Perjanjian Lama dan tradisi hidup Yesus, niscaya mendesak kita untuk mentematisasi dan melakukan analisis atas tradisi Yudeo Kristiani dan orientasi pada hidup Yesus dalam hubungan dengan praksis hari ini.
Struktur ganda yang diuraikan di atas memberikan jawaban atas sejumlah kritikan bahwa teologi pembebasan mereduksi keselamatan Kristiani kepada kemajuan duniawi dan kabar gembira Injili menjadi gerakan yang mengutamakan revolusi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk menangkal kekeliruan ini, Gutierrez mengemukakan tiga jenis pengertian tentang pembebasan yang berkaitan secara dialektis satu dengan yang lain.
Pertama, pembebasan sosio-politis dari kelas-kelas sosial dan bangsa-bangsa yang tertindas. Kedua, pembebasan historis manusia dalam arti emansipasi manusia yang terus maju dalam bentuk sebuah revolusi budaya yang permanen. Ketiga, pengertian pembebasan sebagai keselamatan lewat Yesus Kristus sebagai pembebsan dari dosa pribadi di hadapan Allah yang merupakan akar terdalam dari kehancuran persatuan di antara umat manusia dan juga berdampak pada realitas ketidakadilan dan penindasan.
Semua teolog pembebasan menekankan bahwa tingkatan-tingkatan pemahaman pembebasan tersebut berkelindan satu dengan yang lain dan menemukan makna terdalam dan realisasi paripurna di dalam karya penebusan Yesus Kristus sendiri.
Halaman : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












