Paus Fransiskus dan Teologi Pembebasan

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 26 April 2025 - 03:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 841 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pater Doktor Otto Gusti Madung, SVD

Pater Doktor Otto Gusti Madung, SVD

Perkembangan ini mencemaskan sejumlah kardinal konservatif dan menuduh Paus Fransiskus telah mengkianati sikap antikomunis para pendahulunya demi merehabilitasi teologi pembebasan yang berhaluan marxis.

Tulisan ini ingin menunjukkan sejauh mana intensivitas relasi Paus Fransiskus dengan teologi pembebasan. Dalam sejumlah seruan apostoliknya seperti di dalam Evangelii Gaudium dan Laudato Si, Paus Fransiskus menunjukkan kedekatannya dengan teologi pembebasan dengan membahas sejumlah topik yang juga menjadi keprihatinan teologi pembebasan.

Dalam tulisan ini penulis akan mengangkat sejumlah topik dalam seruan apostolik Evangelii Gaudium yang selaras dengan perhatian teologi pembebasan. Paus Fransiskus mengambil alih sejumlah aspek yang menjadi perhatian teologi pembebasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, tulisan ini juga akan menunjukkan bahwa di masa lalu, sebagai Provinsial Jesuit dan Uskup Agung di Argentina, Jorge Mario Bergoglio sesungguhnya tidak memiliki relasi yang mesra dengan teologi pembebasan. Kendati pun ia membahas sejumlah topik yang juga dibahas dalam teologi pembebasan, Paus Fransiskus juga tetap menolak beberapa aspek teologi pembebasan seperti rujukan pada hermeneutika Marxis.

Latar Belakang Lahirnya Teologi Pembebasan
Teologi pembebasan adalah sebuah model teologi yang lahir di Amerika Latin pada akhir tahun 60-an di abad ke-20 sebagai tanggapan terhadap persoalan kemiskinan, penderitaan dan ketidakadilan sosial yang dialami oleh mayoritas masyarakat Amerika Latin.

Pertanyaan yang muncul ialah bagaimana iman Kristen dapat berbicara tentang harapan di tengah kondisi kemiskinan yang mendera umat manusia?

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia
Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:45 WITA

Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:00 WITA

Tanggapi Isu Daerah, Undana dan Pemkab Sikka Jajaki Kerja Sama Strategis Tahun 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:04 WITA

Kabar Gembira! SMKS Yohanes XXIII Maumere Buka Jurusan Kecantikan dan SPA, Tenaga Didik Seorang Guru Muda Cantik

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:35 WITA

Femi Bapa Resmi Jadi Sekda Sikka

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:38 WITA

3 WNA dan 1 WNI Terseret Arus di Perairan Pangabatang Maumere, Ditemukan Selamat

Berita Terbaru