Kedekatan tersebut pada tempat pertama tidak ditunjukkan lewat rumusan-rumusan teologi konseptual, tapi lewat sejumlah tindakan simbolik yang menggambarkan keberpihakan Paus Fransiskus terhadap orang miskin.
Tindakan-tindakan simbolik tersebut terungkap lewat sikap menolak tinggal di istana kepausan, membasuh kaki para tahanan di penjara pada Kamis Putih, mengunjungi para pengungsi di Pulau Lampedusa di Italia.
Akan tetapi perlu digarisbawahi bahwa keberpihakan kepada orang miskin yang ditunjukkan oleh Paus Fransiskus tidak begitu saja diklaim sebagai hasil dari pengaruh teologi pembebasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Option for the poor“ adalah sikap etis yang dapat dimiliki baik oleh pendukung maupun penentang teologi pembebasan. Sebab, “option for the poor“ dapat dimengerti secara sangat luas yang terungkap dalam tindakan karitatif yang dipraktekkan dalam tradisi Gereja hingga advokasi dan gerakan politik kiri dalam masyarakat modern.
Keberpihakan kepada orang miskin juga mendapat perhatian dari dokumen-dokumen kepausan sebelumnya seperti Mater et magistra (1961) dan Evangelii Nuntiandi (1975). Paus Fransiskus bahkan mengapresiasi Evangelii Nuntiandi sebagai “dokumen pastoral pasca Konsili Vatikan II terbesar“.
Kendatipun secara konseptual Paus Fransiskus tidak menyatakan kepada publik persetujuannya dengan teologi pembebasan, namun ia telah berjasa membangun rekonsiliasi antara Vatikan dengan teologi pembebasan.
Halaman : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












