Paus Fransiskus dan Teologi Pembebasan

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 26 April 2025 - 03:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 849 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pater Doktor Otto Gusti Madung, SVD

Pater Doktor Otto Gusti Madung, SVD

Kedekatan tersebut pada tempat pertama tidak ditunjukkan lewat rumusan-rumusan teologi konseptual, tapi lewat sejumlah tindakan simbolik yang menggambarkan keberpihakan Paus Fransiskus terhadap orang miskin.

Tindakan-tindakan simbolik tersebut terungkap lewat sikap menolak tinggal di istana kepausan, membasuh kaki para tahanan di penjara pada Kamis Putih, mengunjungi para pengungsi di Pulau Lampedusa di Italia.

Akan tetapi perlu digarisbawahi bahwa keberpihakan kepada orang miskin yang ditunjukkan oleh Paus Fransiskus tidak begitu saja diklaim sebagai hasil dari pengaruh teologi pembebasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Option for the poor“ adalah sikap etis yang dapat dimiliki baik oleh pendukung maupun penentang teologi pembebasan. Sebab, “option for the poor“ dapat dimengerti secara sangat luas yang terungkap dalam tindakan karitatif yang dipraktekkan dalam tradisi Gereja hingga advokasi dan gerakan politik kiri dalam masyarakat modern.

Keberpihakan kepada orang miskin juga mendapat perhatian dari dokumen-dokumen kepausan sebelumnya seperti Mater et magistra (1961) dan Evangelii Nuntiandi (1975). Paus Fransiskus bahkan mengapresiasi Evangelii Nuntiandi sebagai “dokumen pastoral pasca Konsili Vatikan II terbesar“.

Kendatipun secara konseptual Paus Fransiskus tidak menyatakan kepada publik persetujuannya dengan teologi pembebasan, namun ia telah berjasa membangun rekonsiliasi antara Vatikan dengan teologi pembebasan.

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia
Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru