Di samping itu tuntutan-tuntutan dari teologi pembebasan Amerika Latin secara politis tidak lagi dianggap skandal, baik di dalam maupun di luar Gereja, seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini berkaitan dengan raibnya ketegangan antara komunisme dan kapitalisme yang mewarnai suasana perang dingin.
Tantangan satu-satunya pasca perang dingin adalah dominasi kapitalisme neoliberal yang menyebabkan ketidakadilan global, fragmentasi kultural, dan kehancuran ekologis.
Di Argentina pada tahun 1992, ketika Bergoglio diangkat menjadi uskup dan enam tahun kemudian menjadi Uskup Agung, protes dan kritik terhadap kebijakan kapitalisme neoliberal adalah sebuah fenomena umum yang tidak terbatas hanya pada para pengikut teologi pembebasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gerakan protes ini menyatukan umat Katolik dari pelbagai lapisan dan latar belakang teologi. Dalam kondisi seperti ini teologi pembebasan mulai mengembangkan sejumlah konsep dan keprihatinan-keprihatinan baru.
Sejak tahun 1990-an teologi pembebasan di Amerika Latin menjadikan ekologi dan ketidakadilan ekonomi sebagai salah satu perhatian utama. Idolatria atau pendewaan ekonomi pasar dan uang semakin banyak mendapat perhatian teologi pembebasan Amerika Latin yang berdampak bagi diskursus teologi Katolik pada tingkat global.
Semua kondisi ini turut berperan bagi perubahan sikap Bergoglio terhadap teologi pembebasan.
Kedekatan dengan teologi pembebasan terus berlanjut ketika Bergoglio menyandang nama Paus Fransiskus.
Halaman : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












