Paus Fransiskus dan Teologi Pembebasan

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 26 April 2025 - 03:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 849 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pater Doktor Otto Gusti Madung, SVD

Pater Doktor Otto Gusti Madung, SVD

Di samping itu tuntutan-tuntutan dari teologi pembebasan Amerika Latin secara politis tidak lagi dianggap skandal, baik di dalam maupun di luar Gereja, seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini berkaitan dengan raibnya ketegangan antara komunisme dan kapitalisme yang mewarnai suasana perang dingin.

Tantangan satu-satunya pasca perang dingin adalah dominasi kapitalisme neoliberal yang menyebabkan ketidakadilan global, fragmentasi kultural, dan kehancuran ekologis.

Di Argentina pada tahun 1992, ketika Bergoglio diangkat menjadi uskup dan enam tahun kemudian menjadi Uskup Agung, protes dan kritik terhadap kebijakan kapitalisme neoliberal adalah sebuah fenomena umum yang tidak terbatas hanya pada para pengikut teologi pembebasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gerakan protes ini menyatukan umat Katolik dari pelbagai lapisan dan latar belakang teologi. Dalam kondisi seperti ini teologi pembebasan mulai mengembangkan sejumlah konsep dan keprihatinan-keprihatinan baru.

Sejak tahun 1990-an teologi pembebasan di Amerika Latin menjadikan ekologi dan ketidakadilan ekonomi sebagai salah satu perhatian utama. Idolatria atau pendewaan ekonomi pasar dan uang semakin banyak mendapat perhatian teologi pembebasan Amerika Latin yang berdampak bagi diskursus teologi Katolik pada tingkat global.

Semua kondisi ini turut berperan bagi perubahan sikap Bergoglio terhadap teologi pembebasan.
Kedekatan dengan teologi pembebasan terus berlanjut ketika Bergoglio menyandang nama Paus Fransiskus.

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia
Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru