Paus Fransiskus dan Teologi Pembebasan

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 26 April 2025 - 03:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 849 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pater Doktor Otto Gusti Madung, SVD

Pater Doktor Otto Gusti Madung, SVD

Penekanan pada momen kreatif praksis berarti bahwa sebuah refleksi yang peka terhadap kompleksitas praksis memiliki struktur temporal. Artinya ada persoalan-persoalan yang hanya dapat dirumuskan dan diselesaikan dengan cara bagaimana praksis itu sendiri berkembang dan menampilkan profilnya.

Kebenaran tidak dapat ditemukan pada bagian awal lewat teori, lalu kemudian mendapatkan legitimasi lewat praksis. Proses pembuktian atau pembenaran merupakan sebuah proses dialektis di mana momen dasariahnya terungkap lewat sintesis antara teori dan praksis.

Hanya lewat proses transformasi terhadap realitas status quo yang palsu dan penghancuran sistem ideologis yang manipulatif (Verblendungszusammenhang), kebenaran dari apa yang belum ada (eskatologis) dapat diketahui dan diwujudnyatakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena itu, logis sekali jika teologi pembebasan menolak konsep politik sebagai sebuah sektor sosial khusus yang hanya menjadi objek kajian elitis sejumlah ahli. Politik sebagai sebuah penataan secara sadar atas relasi-relasi sosial menampilkan sebuah dimensi komprehensif di dalamnya manusia mengaktualisasikan tindakan kebebasan historis dan kritisnya.

Pemahaman tentang Pembebasan
Kesatuan antara teori dan praksis mengungkapkan sintesis antara dua realitas dasariah: praksis pembebasan dan praksis iman yag dihidupi dan direfleksikan di dalam praksis.

Karena itu projek teologis pembebasan niscaya selalu berlangsung pada dua tingkatan.  Pertama, relasi dan konstelasi sosio-historis dan proses pembebasan yang berlangsung di dalamnya harus diselidiki secara ilmiah pada ranah atau level ekonomi, politik dan kebudayaan.

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia
Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru