Paus Fransiskus dan Teologi Pembebasan

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 26 April 2025 - 03:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 801 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pater Doktor Otto Gusti Madung, SVD

Pater Doktor Otto Gusti Madung, SVD

Penekanan pada momen kreatif praksis berarti bahwa sebuah refleksi yang peka terhadap kompleksitas praksis memiliki struktur temporal. Artinya ada persoalan-persoalan yang hanya dapat dirumuskan dan diselesaikan dengan cara bagaimana praksis itu sendiri berkembang dan menampilkan profilnya.

Kebenaran tidak dapat ditemukan pada bagian awal lewat teori, lalu kemudian mendapatkan legitimasi lewat praksis. Proses pembuktian atau pembenaran merupakan sebuah proses dialektis di mana momen dasariahnya terungkap lewat sintesis antara teori dan praksis.

Baca Juga :  Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan

Hanya lewat proses transformasi terhadap realitas status quo yang palsu dan penghancuran sistem ideologis yang manipulatif (Verblendungszusammenhang), kebenaran dari apa yang belum ada (eskatologis) dapat diketahui dan diwujudnyatakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena itu, logis sekali jika teologi pembebasan menolak konsep politik sebagai sebuah sektor sosial khusus yang hanya menjadi objek kajian elitis sejumlah ahli. Politik sebagai sebuah penataan secara sadar atas relasi-relasi sosial menampilkan sebuah dimensi komprehensif di dalamnya manusia mengaktualisasikan tindakan kebebasan historis dan kritisnya.

Baca Juga :  Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan

Pemahaman tentang Pembebasan
Kesatuan antara teori dan praksis mengungkapkan sintesis antara dua realitas dasariah: praksis pembebasan dan praksis iman yag dihidupi dan direfleksikan di dalam praksis.

Karena itu projek teologis pembebasan niscaya selalu berlangsung pada dua tingkatan.  Pertama, relasi dan konstelasi sosio-historis dan proses pembebasan yang berlangsung di dalamnya harus diselidiki secara ilmiah pada ranah atau level ekonomi, politik dan kebudayaan.

Berita Terkait

Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara
Maumere dan Politik: Ketika Semua Hal Jadi Bahan Obrolan
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:48 WITA

Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:27 WITA

Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:26 WITA

Empat Negara di Tangga Juara

Minggu, 7 Juni 2026 - 08:37 WITA

Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:55 WITA

Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:27 WITA

Anggota DPRD Sikka Seyogyanya Menulis: Politik Tidak Cukup Hanya Bicara

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:23 WITA

Maumere dan Politik: Ketika Semua Hal Jadi Bahan Obrolan

Senin, 11 Mei 2026 - 20:15 WITA

China Flores: Jejak Panjang dan Integrasi Sosial

Berita Terbaru

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sewaktu berkunjung ke Maumere, Rabu (19/8)

Bencana Alam

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Selasa, 25 Agu 2026 - 07:01 WITA

Suasana Rapat Paripurna DPRD Sikka, Senin (24/8)

Bencana Alam

BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Senin, 24 Agu 2026 - 21:35 WITA

Salah satu rumah warga mengalami rusak berat akibat guncangan gempa bumi tektonik di Flores

Bencana Alam

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agu 2026 - 10:45 WITA