Penekanan pada momen kreatif praksis berarti bahwa sebuah refleksi yang peka terhadap kompleksitas praksis memiliki struktur temporal. Artinya ada persoalan-persoalan yang hanya dapat dirumuskan dan diselesaikan dengan cara bagaimana praksis itu sendiri berkembang dan menampilkan profilnya.
Kebenaran tidak dapat ditemukan pada bagian awal lewat teori, lalu kemudian mendapatkan legitimasi lewat praksis. Proses pembuktian atau pembenaran merupakan sebuah proses dialektis di mana momen dasariahnya terungkap lewat sintesis antara teori dan praksis.
Hanya lewat proses transformasi terhadap realitas status quo yang palsu dan penghancuran sistem ideologis yang manipulatif (Verblendungszusammenhang), kebenaran dari apa yang belum ada (eskatologis) dapat diketahui dan diwujudnyatakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Karena itu, logis sekali jika teologi pembebasan menolak konsep politik sebagai sebuah sektor sosial khusus yang hanya menjadi objek kajian elitis sejumlah ahli. Politik sebagai sebuah penataan secara sadar atas relasi-relasi sosial menampilkan sebuah dimensi komprehensif di dalamnya manusia mengaktualisasikan tindakan kebebasan historis dan kritisnya.
Pemahaman tentang Pembebasan
Kesatuan antara teori dan praksis mengungkapkan sintesis antara dua realitas dasariah: praksis pembebasan dan praksis iman yag dihidupi dan direfleksikan di dalam praksis.
Karena itu projek teologis pembebasan niscaya selalu berlangsung pada dua tingkatan. Pertama, relasi dan konstelasi sosio-historis dan proses pembebasan yang berlangsung di dalamnya harus diselidiki secara ilmiah pada ranah atau level ekonomi, politik dan kebudayaan.
Halaman : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












