Paus Fransiskus dan Teologi Pembebasan

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 26 April 2025 - 03:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 849 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pater Doktor Otto Gusti Madung, SVD

Pater Doktor Otto Gusti Madung, SVD

Di hadapan situasi penderitaan ini dan keterlibatan historis Gereja sebagai penyebab penderitaan tersebut, bagaimana kita dapat menjadi orang Kristen dan mewartakan kabar gembira dari Mesias Yesus Kristus?

Mereka semua sadar bahwa kemiskinan dan proses pemiskinan bangsa-bangsa Amerika Latin serta konflik nasional dan internasional bukan merupakan hasil dari sebuah kekuatan kaotis atau irasional, dan juga bukan merupakan sebuah malapetaka fatalistik (karena nasib sial), tapi hasil dari sebuah struktur ketidakadilan dan eksploitasi global.

Beberapa waktu kemudian, tahun 1979, dalam pertemuan umum ketiga para uskup di Puebla, pengetahuan ini direfleksikan secara lebih mendalam dan komprehensif lagi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pertemuan tersebut dicapai sebuah keyakinan mendalam bahwa “keterbelakangan” bukan merupakan awal dari sebuah perkembangan kapitalisme yang harus dipercepat dan diperbaiki, melainkan harus dipahami sebagai kondisi ketergantungan (dependensi) dari “proses produksi yang berlebihan” negara-negara kaya dan kepentingan-kepentingan kapitalisme transnasional serta para anteknya di negara-negara dunia ketiga.

Artinya, negara-negara kaya yang terus mengakumulasi modal dan jumlah kekayaannya hanya mungkin tetap eksis karena terdapat negara-negara miskin yang terus menopang kekayaan negara-negara super kaya dengan menyediakan sumber bahan-bahan baku dan tenaga kerja murah.

Selain kondisi internal masyarakat Amerika Latin, perkembangan teologi pembebasan juga ditentukan oleh dua faktor eksternal.

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia
Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru