Di hadapan situasi penderitaan ini dan keterlibatan historis Gereja sebagai penyebab penderitaan tersebut, bagaimana kita dapat menjadi orang Kristen dan mewartakan kabar gembira dari Mesias Yesus Kristus?
Mereka semua sadar bahwa kemiskinan dan proses pemiskinan bangsa-bangsa Amerika Latin serta konflik nasional dan internasional bukan merupakan hasil dari sebuah kekuatan kaotis atau irasional, dan juga bukan merupakan sebuah malapetaka fatalistik (karena nasib sial), tapi hasil dari sebuah struktur ketidakadilan dan eksploitasi global.
Beberapa waktu kemudian, tahun 1979, dalam pertemuan umum ketiga para uskup di Puebla, pengetahuan ini direfleksikan secara lebih mendalam dan komprehensif lagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pertemuan tersebut dicapai sebuah keyakinan mendalam bahwa “keterbelakangan” bukan merupakan awal dari sebuah perkembangan kapitalisme yang harus dipercepat dan diperbaiki, melainkan harus dipahami sebagai kondisi ketergantungan (dependensi) dari “proses produksi yang berlebihan” negara-negara kaya dan kepentingan-kepentingan kapitalisme transnasional serta para anteknya di negara-negara dunia ketiga.
Artinya, negara-negara kaya yang terus mengakumulasi modal dan jumlah kekayaannya hanya mungkin tetap eksis karena terdapat negara-negara miskin yang terus menopang kekayaan negara-negara super kaya dengan menyediakan sumber bahan-bahan baku dan tenaga kerja murah.
Selain kondisi internal masyarakat Amerika Latin, perkembangan teologi pembebasan juga ditentukan oleh dua faktor eksternal.
Halaman : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












