Para teolog profesional adalah anggota umat Allah yang merumuskan dan mengungkapkan secara ilmiah pengalaman religius umat beriman dan tradisi iman sehingga memiliki daya dobrak.
Jadi, teologi itu selalu merupakan langkah kedua dan tidak pernah menjadi yang pertama. Langkah pertama adalah keterlibatan di dalam praksis pembebasan historis dan pewartaan Sabda Allah yang berkaitan dengan praksis pembebasan tersebut.
Apa yang terjadi setelahnya adalah teologi. Teolog sendiri harus selalu sudah berada di dalam proses pembebasan itu agar ia mampu memahami dan membuat refleksi atas seluruh proses tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Distingsi epistemologis sesungguhnya dengan pemikiran tradisional di dalam teologi pembebasan terletak pada pengakuan akan prioritas (primat) praksis sebagai jalan verifikasi kebenaran diskursus teologis. Bagaimana mungkin praksis menjadi kriteria kebenaran?
Semua model praksis sebagai pengetahuan refleksif tentang kenyataan selalu juga bersifat kognitif an sich dan selalu sudah mengandung pengetahuan teoretis dalam dirinya. Semua realitas sebagai dialektika subjek-objek — mengandung seluruh praksis manusiawi.
Karena itu praksis dapat menjadi kriteria kebenaran, karena proposisi-proposisi yang harus diuji lewat praksis, selalu sudah berkelindan erat dengan sebuah realitas yang diciptakan oleh praksis sebagai totalitas historis. Isi kebenaran dari proposisi-proposisi dengan demikian mendapatkan validitasnya lewat praksis manusia.
Halaman : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












